Truk vs Fuso, Warga Ulak Teberau Kaget Suara Tabrakan Mirip Dentuman Bom

Sopir truk yang membawa batu bata dari Palembang diketahui bernama Ujang dibawa ke Palembang.

Penulis: Candra Okta Della | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Warga Desa Ulak Teberau Kecamatan Kecamatan Lawang Wetan, tepatnya di tikungan simpang Napal mendadak heboh. Mereka berhamburan ke jalan ketika suara ledakan seperti bom memecah keheningan suasana sore mereka.

Saat dilihat ternyata asal suara tersebut merupakan suara tabrakan truk dengan nopol polisi BG 9409 vs truk Fuso dengan nomor polisi BA 94090 ZU, hingga bagian depan truk remuk. Sopir truk yang membawa batu bata dari Palembang diketahui bernama Ujang dibawa ke Palembang, sedangkan supir truk Fuso melarikan diri.

“Kami kaget sekali saya kira suara bom. Saya kaget langsung keluar rumah saat dilihat tabrakan truk vs Fuso yang ada kambing. Saya duga Fuso yang tanpa muatan itu ngebut saat ditikungan tidak bisa menghindari ketika ada truk lewat,” ujar Supardi, warga yang datang disekitar lokasi,” ujarnya, Minggu (24/8/2014).

Berdasarkan informasi di lapangan, kejadian adu kambing truk vs Fuso itu terjadi sekitar pukul 16.00, truk yang berwarna kuning datang dari arah Palembang membawa batu bata, sedangkan truk fuso berwarna hijau tanpa muatan datang dari arah Lubuklinggau. Diduga sopir truk fuso yang tanpa muatan ngebut dari arah Kecamatan Babattoman. Sesampainya di tikungan tajam simpang Napal ada truk kuning datang. Karena tidak bisa saling mengelak terjadilah adu kambing hingga bagian depan truk kuning remuk, sedangkan truk fuso tidak mengalami penyok.

Sopir Fuso yang melihat warga ramai berdatangan kabur melarikan diri takut diamuk masa. Sedangkan sopir truk warna kuning yang mengalami patah kaki dilarikan ke Palembang.

“Sopir yang saat ditanya bernama Ujang saat selang berapa menit langsung dibawa ke rumah sakit di Palembang, tapi tidak tahu rumah sakit apa. Yang saya tahu dia tidak bisa jalan karena kakinya patah karena itu cepat dibawa. Sedangkan supir Fuso menghilang tidak tahu kemana,” ucap Edi, salah satu warga.

Diceritakan Edi, akibat kejadian tersebut jalan Lintas Tengah mendadak macet total, selang tiga puluh menit dari kejadian baru polisi dari Polsek Babattoman datang dan mengatur lalu lintas.

Kasat Lantas AKP Kadek Ary Mahardika saat dikonfirmasi melalui telepon selular mengatakan tidak mendapat laporan tentang kejadian tersebut. Ia meminta awak media untuk coba menghubungi Kanit Lantas. “Saya belum mendapat laporan, coba langsung ke Kanit aja,” katanya seakan bukan tanggung jawabnya.

Kanit Lantas Ipda Rojali saat dikonfirmasi juga mengatakan hal yang sama. Ia selaku Kanit Lantas membenarkan adanya kejadian tersebut, tapi identitas supir ia tidak mengetahui. Menurutnya dua unit truk tersebut sudah dibawa ke Polsek Babat Toman untuk diamankan, tapi sampai saat ini ia tidak tahu siapa nama supir.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved