Peluru Nyasar Jebol Perut Syaiful
Mendengar ada suara tembakan berulang-ulang dan teriakan suaminya, Eli langsung mengecek ke dapur.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Suasana tenang usai Magrib mendadak gempar akibat letusan beberapa tembakan di pemukiman warga Desa Tanjung Ning Simpang Kelurahan Tebingtinggi Kabupaten Empatlawang, Sabtu (23/8/2014). Akibatnya, Syaiful Anwar harus menjerit kesakitan akibat perutnya ditembus peluru nyasar tersebut dan langsung terjatuh dan meminta tolong kepada semua orang.
Istri Syaiful, Eli (30) pun spontan menghampiri suaminya yang bersimbah darah dan menjerit meminta tolong kepada tetangganya. Saat ditemui di ruang tunggu ICU RSMH Palembang, ibu dua orang anak ini terlihat sedih dan menceritakan kondisi suaminya. "Sore kemarin (Sabtu-red) sekitar jam 6 sore kami sedang makan setelah Salat Magrib dulu sebelumnya. Saat itu saya duluan selesai makan dan bapak masih bubuh (nambah-red) makan di dapur. Ketika saya masuk kamar dan mau ngambil bantal, saat itulah terdengar suara letusan keras dari arah dapur," ujar Eli.
Mendengar ada suara tembakan berulang-ulang dan teriakan suaminya, Eli langsung mengecek ke dapur. Saat itulah ia melihat Syaiful sudah terkulai ke lantai sembari memegangi perutnya yang bersimbah darah. "Pelurunya itu tembus di perut kiri ke kanan. Langsung saja saya ikut berteriak memanggil warga. Lalu langsung kami bawa ke RS di Tebingtinggi lalu dirujuk ke RS Lubuklinggau hingga terakhir ke sini (RSMH-red)," jelasnya.
Anak Eli, Yus (13) dan Rio (8) yang pada saat itu berada di rumah neneknya tak jauh dari kediaman Eli dan Syaiful sontak menangis melihat ayahnya tertembak. "Saat ini mereka ada di rumah neneknya, tidak ikut ke rumah sakit soalnya mau sekolah," ungkapnya.
Eli yang ditemani ayuk iparnya, Ijah (50) membawa suaminya ke RSMH pada Minggu (27/8/2014) pukul 06.00. "Sampai saat ini kami tidak tahu siapa yang main tembakan (baku tembak-red) di sekitar rumah kami. Karena selama ini tidak pernah terdengar suara tembakan atau penyergapan polisi di wilayah kami. Tapi pada saat kejadian bersama warga sudah melapor ke Polres Empatlawang," ujarnya.
Sampai saat ini, Syaiful yang merupakan petani karet ini masih mengalami kondisi kritis pasca menjalani operasi di RSMH Palembang.