Pengamat: Angkutan Laut dan Sungai Berbeda

Kapal yang dijadikan angkutan penumpang, harus disesuaikan dengan kondisi alamnya yang dilihat dari rute yang dilalui kapal.

Penulis: Welly Hadinata | Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Akses transportasi jalur laut rute Sungai Lumpur OKI-Pulau Bangka Belitung (Babel), banyak hal yang harus diperhatikan. Terlebih lagi menyangkut keamanan penumpang dan kelayakan jenis angkutannya.

Kepada Sripoku.com, pengamat transportasi, Ir Zainul Bahri MT mengatakan, transportasi jalur laut berbeda dengan transportasi darat maupun transportasi udara. Khusus untuk transportasi jalur laut, perlu dibedakan jika dilihat dari lokasi rute yang dilalui. Dari segi kelayakannya, kapal speedboat yang berukuran kecil yang biasa dijadikan angkutan penumpang itu hanya untuk jalur sungai yang tentunya berbeda dengan rute jalur laut.

"Jadi kapal speedboat itu memang tidak layak jika dijadikan angkutan penumpang untuk rute jalur laut. Layaknya memang kapal feri atau jetpoil ukuran besar seperti yang ada di Pelabuhan Boombaru Palembang," ujar Zainul yang tercatat sebagai Dekan Fakultas Tehnik Universitas Muhammadiyah Palembang.

Berbicara mengenai angkutan jalur laut dari segi kelayakannya atau standarisasi sebuah angkutan penumpang, Zainul mengatakan, kapal yang dijadikan angkutan penumpang, harus disesuaikan dengan kondisi alamnya yang dilihat dari rute yang dilalui kapal. Seperti kondisi gelombang laut dan juga arus sungai yang selalu berubah-ubah setiap saat tergantung dengan kondisi cuaca alam. Terutama draf sebuah kapal akan keseimbangan saat di air.

Dalam angkutan jalur laut itu ada istilahnya metasentrum yang artinya titik berat keseimbangan sebuah kapal. Sebuah kapal akan dilihat keseimbangannya saat di air. Berapa kedalaman bodi kapal saat di air dan juga saat berisi penumpang sebagai bobot sebuah kapal.

"Jika sebuah kapal dilihat dari metasentrumnya tidak sesuai, secara otomatis kapal tersebut memang tidak layak untuk dijadikan angkutan penumpang. Jika pun ada, pastinya itu dipaksakan sehingga terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan terutama melawan kondisi alam," jelas Zainul.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved