Relationship

Boleh Saja Bergosip Asal Ikuti Aturan Ini

Menilik manfaat positif dari gosip, sebaiknya jangan melulu membeberkan kejelekan dan membicarakan hal negatif orang lain di belakang.

Boleh Saja Bergosip Asal Ikuti Aturan Ini
ISTIMEWA
Ilustrasi

SRIPOKU.COM -- Semua orang selalu menilai bahwa bergosip adalah hal yang buruk. Namun, sayangnya masih saja banyak orang yang gemar melakukannya. Memang sulit sih menghilangkan kebiasaan ini, terutama untuk perempuan.

"Ketika dilakukan bersama teman-teman, bergosip bisa membantu memperkuat ikatan pertemanan. Gosip sebenarnya merupakan sebuah bentuk hubungan yang lebih dekat dengan teman-teman yang berbagi nilai, aktivitas dan minat yang sama," kata Christine Weber, Psikolog Klinis.

Penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa gosip bisa menjadi media yang berguna dalam masyarakat. Sebuah studi yang diterbitkan di Psychological Science pada bulan Januari 2014 mengatakan, gosip sebenarnya membantu mengidentifikasi orang yang bisa bekerjasama atau sulit bekerjasama dalam satu tim.

Menilik manfaat positif dari gosip, sebaiknya jangan melulu membeberkan kejelekan dan membicarakan hal negatif orang lain di belakang. Bergosiplah dengan cara yang tepat agar hasilnya pun positif untuk diri Anda. Berikut cara membedakan dan menguasai seni gosip dengan baik dan tepat.

1. Jadilah penggosip yang cerdas
Memilih partner menggosip itu sama dengan memilih kosmetik yang pas di kulit. Sebelum bergosip dengan orang tersebut, kenalilah dengan tepat kepribadiannya. "Bergosiplah hanya dengan orang terdekat Anda. Kalau tidak, bisa jadi mereka akan membocorkan rahasia ke orang lain dan bereaksi negatif," kata Nicole Zangara, penulis buku Surviving Female Friendships. The Good, The Bad, and The Ugly. Batasi audiens Anda saat sedang bergosip.

2. Bergosip yang positif
"Ketika Anda bergosip untuk mempererat hubungan pertemanan, berbagilah informasi yang bisa memberi semangat dan menginspirasi orang,"saran Jill Spiegel, Motivator. Misalnya, saat seorang teman sedang bersedih karena putus cinta. Dibandingkan bergosip tentang alasan putus cintanya, sebaiknya Anda dan teman menyusun rencana untuk bisa membangkitkan semangatnya.

3. Pisahkan fakta dan rumor
Seringkali gosip tidak dilandasi dengan fakta tapi rumor. Konfirmasikan rumor tersebut sebelum Anda menyebarkan ceritanya. Ingat bahwa yang kita dengar itu hanya dari satu sisi orang, jadi cobalah untuk cover both side.

4. Perhatikan perasaan orang lain
Berhati-hatilah ketika sedang bergosip, terutama saat Anda menyampaikannya. "Ketika sedang bergosip tentang masalah orang lain, perhatikan apakah isu tersebut berpotensi melukai perasaan teman Anda yang kebetulan mengalami masalah yang sama," kata Zangara.

5. Tahu kapan harus menutup mulut
Penggosip yang baik pasti tahu kapan harus menutup mulut dan kapan harus bicara. Pintar-pintarlah menyaring informasi yang memang bisa digosipkan dan mana yang tidak.

Tags
Gosip
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved