Lapas Anak Miliki Sekolah Filial
Dikatakan sekolah jarak jauh, lanjut Budi, karena guru yang datang ke sekolah, bukan siswa yang pergi sekolah.
Penulis: Refli Permana | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Selain memberikan remisi, momen HUT RI juga diisi dengan peresmian Sekolah Filial (Jarak Jauh) di Lapas Anak Palembang. Kecuali TK, seluruh strata sekolah berstatuskan negeri kini sudah dimiliki oleh Lapas Anak Palembang. Sekolah ini sudah berjalan sejak kurikulum awal tahun ini.
"Untuk guru SD, kita datangkan dari SD N 25 Palembang, untuk SMP dari SMP N 22 Palembang, dan SMA N 11 Palembang untuk SMA. Saat ini, sudah ada 63 siswa SD, 73 siswa SMP, dan 67 siswa SMA," kata Budi Sulaksana, Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Minggu (17/8/2014).
Dikatakan sekolah jarak jauh, lanjut Budi, karena guru yang datang ke sekolah, bukan siswa yang pergi sekolah. Guru pendidik kini berjumlah 30, yang terdiri dari enam guru SD, 14 guru SMP, dan 10 guru SMA. Kemenkumham Sumsel sudah mengikat kerja sama dengan beberapa sekolah terkait tenaga pengajar ini.
Adanya sekolah jarak jauh ini diapresiasi oleh Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Menurut Alex, ini suatu prestasi dan harus terus dipertahankan. Ia menilai, penghuni lapas wajib menerima pendidkan layaknya anak-anak seusia mereka yang berada di dalam lapas.
"Pemprov Sumsel siap memfasilitasi program ini. Nanti, kita akan siapakn beasiswa untuk siswa prestasi untuk mereka melanjutkan ke perguruan tinggi," kata Alex.