PLN Sebaiknya Tak Ikut Campur Tender PLTU Sumsel
Iwa menilai akan jauh lebih baik PLN fokus pada penentuan harga jual beli listrik.
SRIPOKU.COM, JAKARTA -- Pengamat Ketenagalistrikan, Iwa Garniwa meminta PLN agar tidak ikut campur dalam tender Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang Sumatera Selatan (Sumsel) 9 dan 10. Dalam hal ini detail operasioanal penentuan batasan kalaori batubara pada PLTU mulut tambang.
Iwa menilai akan jauh lebih baik PLN fokus pada penentuan harga jual beli listrik. Sementara pelaku usaha fokus dalam merealisaikan pembangunan PLTU di mulut tambang.
"Malah menurut saya prioritas PLN nggak usah pusing. Mereka cukup tentukan berapa harga listrik per khw-nya. Jadi nggak ngurusin operasionalnya. Tahunya swasta siapkan pembangkit, daya sekian. Itu lebih tidak repot lagi," kata Iwa, Selasa (12/8/2014).
Iwa menjabarkan ketetapan PLN dalam memberi batasan kalori batubara 3.000 kkal per kg justru memicu beban biaya tinggi dalam proyek PLTU mulut tambang. Ini dikarenakan perlunya tambahan teknologi untuk menurunkan kadar emisi dari penggunaan batubara kalori 3.000 kkal per kg.
"Jadi harus ada teknologi penangkap emisi yang justru biayanya jauh lebih mahal. Ini nanti penerapannya seperti apa? Karena harus ada batasan emisi yang dikurangi jika menggunakan kalori batubatara rendah," ucap Iwa.
Di samping itu Iwa mengatakan, penggunaan batubara kalori rendah juga membuat jumlah stok batubara menjadi lebih besar dalam menghasilkan kapasitas listrik ketimbang penggunaan kalori tinggi.
"Pembangkitnya pun boilernya membutuhkan energi lebih artinya membutuhkan volume batubara yang lebih untuk menghasilkan Kwh yang sama bila menggunakan kalori batubara rendah. Jadi itu effort-nya. Stok batubara jadi besar dan otomatis tempat lokasi juga membutuhkan tempat yang besar pula," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, PLN tengah melakukan lelang pembangunan PLTU mulut tambang Sumsel 9 berkapasitas 2x600 MW dan 10 dengan daya 1x600 MW atau total 1.800 MW.
Proyek yang disebut Sumsel 9 & 10 'Mine Mouth Coal Fired Power Plants' dengan skema kerja sama pemerintah dan swasta (KPS) atau Public Private Partnership tersebut diperkirakan menelan investasi 3 miliar dollar AS.
PLN berharap pemenang tender proyek PLTU Sumsel 9 dan 10 akan pada tahun ini, proyek dilakukan berbarengan dengan pembangunan kabel transmisi tegangan tinggi arus searah (high voltage direct current/HVDC) 500 kV yang mengubungkan Sumsel hingga Jawa.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan, pemerintah akan mempercepat proyek PLTU Sumsel 9 dan 10 serta HVDC. Selain 9 dan 10, PLN sudah menetapkan pemenang tender PLTU mulut tambang Sumsel 8 berkapasitas 2x600 MW yakni PT Bukit Asam Tbk yang berkonsorsium dengan China Huadian.
Proyek PLTU mulut tambang 8, 9, dan 10 dengan total kapasitas 3.000 MW akan dialirkan ke Jawa dengan kabel HVDC. Keberadaan proyek PLTU dan kabel transmisi tersebut penting untuk memasok kebutuhan listrik di Jawa dan juga Sumatera yang terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.