Nenek 78 Tahun Ini Masih Kerja Sebagai Cleaning Service di Bandara Changi

Nenek renta dengan badan bungkuk dan langkah tertatih-tatih ini tampak sibuk membersihkan karpet di lorong Bandara Internasional Changi.

Nenek 78 Tahun Ini Masih Kerja Sebagai Cleaning Service di Bandara Changi
TRIBUNNEWS
Saliha Noor, nenek berusia 78 tahun yang masih aktif bekerja sebagai petugas cleaning service di Bandara Changi, Singapura. 

SRIPOKU.COM, SINGAPURA -- Di Indonesia, rata-rata usia pensiun adalah 55 - 60 tahun. Tapi di negeri kecil nan makmur seperti Singapura, usia renta masih harus banting tulang kerja keras.

Contohnya adalah Saliha Noor, 78 tahun. Nenek renta dengan badan bungkuk dan langkah tertatih-tatih ini tampak sibuk membersihkan karpet di lorong Bandara Internasional Changi, Singapura, Jumat siang 8 Agustus 2014.

Seperti petugas lain, ia pun kerja dengan baju seragam. Dibersihkannya karpet di lorong bandara dengan vacuum cleaner.

Tak dihiraukannya ratusan orang berpakaian necis lalu-lalang di sekitarnya. Ia tetap kerja dengan senyum ramah.

"Biaya hidup di sini tinggi, saya harus kerja, minimal untuk hidupi diri sendiri," kata nenek dengan lima anak {dua di antaranya sudah meninggal dunia}.

"Are you from Malay?" tanya dia pada Tribunnews.com.

Ketika dijawab dari Indonesia, dia langsung bersemangat.

"Kenapa bertanya pakai bahasa Inggris? Saya bisa bahasa melayu. And not far different from bahasa Indonesia, right?" ujar sang nenek.

Ia bercerita kalau dirinya dilahirkan dan dibesarkan di Singapura. "Ibu saya orang sini, tapi ayah dari Belitung, " tuturnya.

Saat ditanya berapa gajinya, ia menolak menjawab. "Cukup buat makan dan bayar sewa berteduh," cerita wanita yang sudah sejak lama ditinggal meninggal sang suami.

"Nggak papa kok saya kerja. Kamu nggak usah kasihan, " ujarnya sembari mendorong perangkat vacuum cleaner penyerap debu karpet bandara.

"Sudah ya, saya harus lanjut kerja, " kata sang nenek melanjutkan pekerjaan di depan Coffee Cedele, tak jauh dari penunjuk arah menuju skytrain.

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved