Komite Asian Games Belum Tentukan Sumsel atau DKI Jakarta
Nanti, tim dari OCA datang lagi memeriksa kesiapan dua kota. Setelah itu mereka rapat pleno, baru menentukan Sumsel atau Jakarta
Penulis: Deryardli | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Gubernur Sumsel, Alex Noerdin bersama Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI), Rita Subowo dan perwakilan DKI Jakarta menemui Olympic Council of Asia (OCA) sebuah komite yang menangani Asian Games di Kuwait, Jumat (25/7/2014).
Hasilnya, OCA menunjuk Indonesia yang diwakilkan Sumsel dan DKI Jakarta sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Namun komite itu belum membagi daerah mana yang menyelenggarakan cabang olahraga (cabor) terbanyak. Apalagi menentukan tempat pembukaan dan penutupan Asian Games 2018.
"Belum bisa ditentukan apakah Sumsel atau DKI Jakarta yang terbanyak menyelenggarakan cabor Asian Games, begitu juga pembukaan. Nanti, tim dari OCA datang lagi memeriksa kesiapan dua kota. Setelah itu mereka rapat pleno, baru menentukan Sumsel dan Jakarta menyelenggarakan masing-masing berapa cabor," kata Alex kepada Sripoku.com di Griya Agung, Minggu (28/7/2014).
Kendati belum menentukan daerah mana yang menjadi pusat penyelenggaraan, namun Komite Asian Games sudah memberi gambaran daerah mana yang layak mendominasi. Misalnya, memiliki venues terlengkap dan berpengalaman sebagai penyelenggara event internasional.
"Diminta sekarang pun kita siap menggelar 10-12 cabor Olympic Sport dari jumlah keseluruhan mencapai 28. Saya tidak mau berkomentar tentang Jakarta yang baru akan berkembang. Yang pasti, jika syaratnya berpengalaman maka Sumsel sudah pernah menggelar PON, SEA Games dan ISG. Tahun ini ada Asean University Games dan MTQ International," paparnya.
Asian Games 2018 di Indonesia akan mempertandingkan sebanyak 33 cabor. Dengan 28 cabang adalah Olympic dan selebihnya cabang-cabang olahraga tradisional yang ada di kawasan Asia. Dalam Waktu dekat ini yakni pada tanggal 3 Agustus 2014, delegasi OCA akan menyambangi Jakarta dan Sumsel untuk melihat dari dekat infrastruktur yang nantinya akan digunakan pada Asian Games 2018.
Indonesia diputuskan menjadi tuan rumah Asian Games setelah Vietnam mundur. Jadwal yang semula 2019 dimajukan menjadi 2018 karena berbarengan dengan Pilpres di Indonesia. Sumsel dan DKI Jakarta bersama-sama berjuang untuk Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Sumsel tidak menjadi tuan rumah tunggal Asian Games. Dua cabor tetap tidak akan digelar di luar Bumi Sriwijaya karena terkendala venues.
Dayung misalnya, dibutuhkan danau sepanjang dua kilometer seperti yang ada di Jatiluhur Jawa Barat. Atau Velodrome, balap sepeda yang membutuhkan lintasan seperti yang telah dimiliki DKI Jakarta.
"OCA tidak mau rencana yang belum dilakukan. Mereka lihat kesiapan. Kalau ada venues yang mau dibangun, mereka perencanaan dan anggarkan," tukasnya.