Mudik Idul Fitri 1435 H

Sedan Timor Terpental 20 Meter Diseruduk Kereta Api KRD

Namun teriakan sejumlah warga itu tidak dihiraukan dan mobil tetap melaju hingga pada rel sisi selatan dari double track.

Editor: Tarso

SRIPOKU.COM -- Kecelakaan antara KRD dengan mobil sedan terjadi di perlintasan KA tanpa palang pintu Plosowahyu Kecamatan Lamongan.

Untungnya pengemudi dan seorang penumpang sedan Timor nopol S 1585 HD yang terlempar hingga 20 meter dari TKP selamat, Jumat (25/7/2014) pukul 14.40 WIB.

Menurut saksi mata, Sujono yang juga penjaga perlintasan tanpa palang pintu kepada Surya Online, Jumat (25/7/2014) mengungkapkan, mobil warna silver naas itu semula melaju dari arah selatan.

Sekitar 20 meter sebelum tempat kejadian, sejumlah orang yang sedang melaksanakan kerja bakti di depan masjid Desa Plosowahyu sebenarnya sudah memperingatkan dan meneriaki pengendara kalau KA sedang melaju dari arah barat.

Namun teriakan sejumlah warga itu tidak dihiraukan dan mobil tetap melaju hingga pada rel sisi selatan dari double track.

Mobil yang dikemudikan Machrus (44) warga Desa Sukoanyar Kecamatan Turi Lamongan akhirnya berhenti persis bagian moncong sedang berada di atas rel. Saat berhenti itu, sang sopir seolah kebingungan dan tak bisa lagi melaju.

"Saya spontan mendekati sedan yang berpenumpang dua orang itu untuk segera keluar meningalkan mobilnya,"ungkap Sujono.

Tak hanya meminta keduanya keluar dari dalam mobil, sebelumnya bahkan diawali dengan menggebrak - gebrak kabin bagian depan mobil sedang untuk kembali mundur. Namun cara itu ternyata tidak mampu mempengaruhi sang pengemudi.

"Terpaksa saya bentak dan beretriak minta keduanya turun lantaran kereta api sudah semakin dekat,"tandasnya.

Beberapa saat kemudian KRD nomor Log CC 201 83 22 dari arah barat tujuan Surabaya itu semakin mendekat dan tabrakan tidak bisa dihindarkan. Mobil sedan diseruduk bagian depannya dan terlempar sejauh 20 meter masuk ke parit.

Saksi lain, Panijo (49) juga membenarkan kejadian itu dan kesaksian Sujono. Bahkan ia sendiri mengetahui dan mendengar banyak warga yang meneriaki kalau ada kereta api lewat saat warga kerja bakti di masjid.

Kapolsek Lamongan, AKP Slamet S yang datang ke lokasi mengungkapkan, pihaknya sudah antisipasi dengan memasang spanduk peringatan yang dipasang di bahu jalan di sisi selatan dan utara rel.

Slamet meminta para pengguna jalan yang hendak melintas di perlintasan KA Plosowahyu agar selalu waspada dengan membaca himbauan dalam spanduk."Spanduk peringatan itu saya pasang sebelum puasa ," kata Slamet.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved