Saya tak Niat Habisi Nyawa Meri

Diduga korban sudah dibunuh dan jasad korban diseret beberapa meter dari TKP untuk disembunyikan dengan maksud untuk menghilangkan jejak.

Saya tak Niat Habisi Nyawa Meri
JITET
Ilustrasi Pembunuhan 

SRIPOKU.COM, TEBINGTINGGI -- Belum diketahui pasti latarbelakang dan modusnya, tersangka pelaku Indra (37), warga Desa Sukakaya, Kecamatan Saling, Kabupaten Empatlawang tegah menghabisi warga satu desanya, Meri (25). Kejadian tersebut terjadi di kebun karet milik tersangka yang tidak jauh dari desa mereka, Senin (21/7/2014).

Pembunuhan yang terbilang tragis dan sadis ini membuat warga geger. Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, korban dibacok hingga puluhan kali di bagian pundak, sehingga membuat pundak korban terpotong-potong. Tidak hanya membacok bagian pundak, melainkan hampir sekujur tubuh korban terdapat luka bacok. Diduga korban sudah dibunuh dan jasad korban diseret beberapa meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk disembunyikan dengan maksud untuk menghilangkan jejak. Namun upaya tersebut tidak berhasil dilakukan tersangka, karena keburu tepergok warga yang saat itu sedang melintasi kebun karet tersebut.

"Aku sangat terkejut melihat ada orang sedang menyeret mayat, aku langsung menghampiri. Ternyata wanita tersebut aku kenal, karena tidak lain masih tentangga," ungkap Anton (40) warga setempat.

Anton pun langsung memberitahu kepada keluarga korban yakni suami dari korban, setelah itu mayat korban langsung dibawa ke RSUD Tebingtinggi untuk diotopsi. "Setelah itu barulah jasad korban dibawa ke RSUD Tebingtinggi. Korban meninggal kemungkinan karena kehabisan darah akibat banyaknya luka bacok di bagian tubuhnya," terangnya.

Sementara menurut keterangan tersangka pelaku, Indra, ketika itu dirinya sedang menyadap karet miliknya. Saat sedang asyik, tiba-tiba korban langsung membacok, namun bisa ditangkis olehnya, bahkan untuk kedua kalinya serangan korban dapat dipatahkan yang mengakibatkan bagian tangan kanannya terluka. Setelah korban terjatuh dan parang yang dipegangnya terlepas dari gengaman langsung diambil, yang kemudian digunakan untuk membacok korban hingga puluhan kali.

"Aku bisa menangkis serangan korban, bahkan bisa menjatuhkannya. Setelah itu aku mendapatkan kayu dan aku berhasil memukuli korban, kemudian menusuk perut korban dengan pisau," ungkapnya.

Bapak dua orang anak ini sangat menyesali perbuatannya. Apalagi, dirinya sebagai tulang punggung keluarga yang tidak bisa bekerja seperti biasa karena harus mendekam di dalam penjara untuk mempertangungjawabkan perbuatanya.

Saat menghabisi korban, ia tidak sadar dan merasa kalap setelah diserang tiba-tiba oleh korban. "Jujur ketika membacok korban aku dak sadar dan tak ada sedikitpun niat untuk menghabisi nyawa korban. Aku sangat menyesal atas apa yang telah dilakukan," imbuhnya sembari meneteskan air matanya penuh penyesalan.

Kapolres Empatlawang, AKBP M Ridwan SIk melalui Kasatreskrim, AKP Nanang Supriyatna mengatakan, mendapat informasinya pihaknya langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Pihaknya berhasil mengamankan pria yang diduga pelaku, sekarang sedang proses tahap pemeriksaan secara intensif. Atas perbuatannya, tersangka pelaku dikenakan pasal 338 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

"Untuk sekarang kita sedang tahap penyelidikan untuk mengungkapkan latar belakang dan modusnya. Dari hasil BAP memang pelaku menghabisi nyawa korban," ungkapnya. (st2)

Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved