Mudik Idul Fitri 1435 H

Angkutan Barang Diminta Jalan Malam Hari

Kepadatan arus di akses Jalan Lintas sumatera memang belum begitu menunjukkan peningkatan.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H arus mudik di akses Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera Kabupaten Banyuasin telah menunjukkan peningkatan volume kendaraan terutama pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat. Namun demikian peningkatan volume kendaraan pemudik, cenderung masih belum seberapa dibandingkan jumlah kendaraan angkutan barang yang melintas.

"Ini angkutan terakhir sebelum lebaran, targetnya tiga hari lagi sampai di Medan, Sumatera Utara," ungkap seorang sopir Fuso pengangkut Furniture asal Jepara, Febi (45) dijumpaidi sebuah SPBU di Kelurahan Pangkalanbalai, Senin (21/07/2014).

Ia menyampaikan kepadatan arus di akses Jalan Lintas sumatera memang belum begitu menunjukkan peningkatan sehingga dirinya belum menemui hambatan seperti kemacetan dalam perjalanan. Namun kepadatan dipastikan akan senantiasa meningkat hari ke hari, mengingat antrian panjang kendaraan pribadi maupun barang di pelabuhan Bakauheni, Provinsi Lampung.

Lanjutnya, peningkatan kendaraan angkutan barang memang terjadi, dikarenakan banyaknya permintaan dari konsumen yang ada di Pulau Sumatera menjelang Lebaran. Terutama untuk komoditas, sandang dan pangan seperti makanan ringan, jajaran lebaran dll, yang mayoritas berasal dari Pulau Jawa.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Banyuasin menyampaikan pihaknya akan menghimbau kendaraan muatan barang untuk melintas pada siang hari sejak H-7 . Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi kemacetan yang mungkin terjadi akibat ramainya kendaraan pengangkut barang.

"Kami akan menghimbau pada sopir angkutan barang untuk melintas malam hari di Jalintim Kabupaten Banyuasin, dan pada siang hari dapat beristirahat di kantong kantong parkir yang ada untuk mengurangi kepadatan kendaraan memasuki masa mudik seperti saat ini," ungkapnya

Ia menyampaikan sempitnya akses Jalintim Palembang- Betung juga menjadi alasan lain pihaknya terpaksa untuk melakukan kebijakan tersebut. Dimana ketika ada kerusakan, terhadap kendaraan pengangkut barang, akan sangat langsung menghambat lalu lintas kendaraan lainnya.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dishub Sumsel, untuk mulai menghimbau para sopir angkutan barang mulai di terminal Karya Jaya atau di Alang-alang Lebar untuk dapat menunda beberapa saat perjalanannya," pungkasnya. (TS)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved