Breaking News:

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden

Nilai Ada Kejanggalan, Saksi Prabowo Tolak Tandatangan Hasil Rekap

Pertama jumlah suara plus 2 persen, hasil hitungan kami rekapnya lebih kecil kenapa didata itu lebih besar?

Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM, BANDARLAMPUNG - Saksi capres Pasangan Prabowo-Hatta di Lampung, Aep Saripuddin, menolak menandatangani hasil rekapitulasi yang digelar oleh KPU. Menurut dia, ada tiga kejanggalan yang dikhawatirkan pada tingkat penyelenggara.

"Pertama jumlah suara plus 2 persen, hasil hitungan kami rekapnya lebih kecil kenapa didata itu lebih besar? Kami menilai ketidaksesuaian ini ada pelanggaran administratif," kata dia, Sabtu (19/7/2014).

Di Kabupaten Lampung Tengah, ia menilai ada perubahan yang signifikan pada data pemilih khusus tambahan (DPKTb) dari 6.227 menjadi 21.771 suara. "Kalau memang ada perubahan jangan-jangan ada pemilih siluman," ujarnya.

Selanjutnya, terkait data nama DPKTb yang menjadi ganjalan. Menurut dia, bisa saja data itu dimanipulasi.

"Kalau tidak ada namanya bisa saja KTP yang ada memilih tidak sesuai dengan tempat tinggal. Apakah betul pemilih memilih sesuai dengan Undang-undang, tapi masalah itu tidak ada yang bisa mengungkap di Lampung ini," katanya.

Untuk itu, pihaknya menolak menandatangani hasil rekapitulasi perolehan suara capres di Lampung. Pihaknya akan menyampaikan laporan kepada Bawaslu dan membawa permasalahan ini pada pleno tingkat pusat nanti.

Rekapitulasi perolehan hasil Pilpres Provinsi Lampung, Sabtu (19/7/2014), nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta 2.033.924 suara. Sedangkan nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla 2.299.889 suara. Dengan suara sah 4.333.813 dan suara tidak sah 27.179 total suara Suara Sah dan Tidak Sah 4.360.992.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved