Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden

Ikrar: Menang Jangan Jumawa dan Kalah Jangan Marah

"Jangan sampai kalau tidak menerima (kekalahan) jadi emosi. Kalau kalah harus terima," tuturnya.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pasangan capres dan cawapres, Prabowo-Hatta Rajasa dan Jokowi-Jusuf Kalla mengikuti acara debat di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6/2014). Debat capres dan cawapres rencananya akan dilakukan sebanyak lima kali selama masa kampanye. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang dinyatakan kalah diharapkan menerima hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum nantinya. Mereka diminta tidak memaksakan kehendak.

"Tim sukses (Capres-Cawapres) juga harus terima (hasil penghitungan KPU). Tim sukses jangan ngotot kalau kalah," kata Ikrar dalam diskusi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (19/7/2014), seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Ikrar menuturkan, pengumuman hasil penghitungan KPU merupakan bagian penting untuk bangsa Indonesia. Dirinya berpesan agar siapapun yang menang jangan jumawa dan pasangan yang kalah jangan marah.

"Jangan sampai kalau tidak menerima (kekalahan) jadi emosi. Kalau kalah harus terima," tuturnya.

Ikrar juga mengimbau agar masyarakat tidak lakukan euforia secara berlebihan jika pasangan yang didukung menjadi pemenang Pilpres. Menurut dia, pengerahan massa yang berlebihan akan menimbulkan hal-hal yang tidak baik.

"Jangan sampai karena pengerahan massa menimbulkan citra buruk bagi pasangan capres-cawapres," ujarnya.

Sesuai jadwal, rekapitulasi suara tingkat nasional akan dilakukan pada Minggu (20/7/2014) hingga Selasa (22/7/2014). Rencananya, KPU akan mengumumkan pemenang Pilpres pada 22 Juli.

Tags
presiden
Editor: Sudarwan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved