Israel Bakal Lakukan Serangan Darat ke Gaza

Sudah ada perintah untuk menghancurkan terowongan yang digali pejuang Palestina untuk menyusup ke Israel.

Israel Bakal Lakukan Serangan Darat ke Gaza
AFP
Asap hitam mengepul pascaserangan udara oleh Israel di Rafah, bagian selatan Gaza, Rabu (16/7/2014). 

SRIPOKU.COM, JERUSALEM -- Israel, Kamis (17/7/2014), mengumumkan akan segera memulai serangan darat ke Gaza, Palestina, setelah 10 hari serangan udara memakai pesawat tempur dan Angkatan Laut.

Pernyataan dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan sudah ada perintah untuk menghancurkan terowongan yang digali pejuang Palestina untuk menyusup ke Israel.

Juru Bicara militer Israel mengatakan pasukan negaranya tak sedang mencoba menggulingkan dominasi Hamas di Gaza. Menurut pernyataan itu, tujuan semacam itu mengharuskan serangan ke kawasan padat penduduk di Gaza City yang akan mahal bagi kedua belah pihak.

Perang darat besar-besaran antara Israel dengan Palestina terakhir kali terjadi pada akhir 2008 hingga akhir 2009. Saat itu, 1.400-an warga Palestina tewas sementara di pihak Israel ada 13 orang tewas.

Belum ada penyebutan waktu serangan darat terkait operasi Protective Edge ini akan digelar, termasuk seberapa lama dan intens serangan akan dilakukan. Tekanan internasional semakin kencang untuk dilaksanakannya gencatan senjata, menyusul terus bertambahnya korban tewas di warga Palestina.

Setelah jeda lima jam menyusul terbunuhnya empat bocah di Pantai Gaza oleh serangan Angkatan Laut Israel pada Rabu (16/7/2014), serangkaian tembakan terdengar di kawasan Rafah di Gaza selatan pada sepanjang Kamis malam. Sejauh ini belum terlihat pergerakan tank mendekati perbatasan ke wilayah otoritas Palestina di Gaza.

Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri menanggapi pengumuman serangan darat Israel tersebut dengan mengatakan, "Kami memperingatkan Netanyahu konsekuensi mengerikan dari tindakan bodoh itu."

Pejabat kesehatan Gaza mengatakan 235 warga Palestina, kebanyakan warga sipil, telah tewas sejak Israel mulai udara dan laut serangan pada Selasa (8/7/2014). Sebaliknya, di Israel baru 1 orang tewas, sekalipun seribuan roket dilontarkan balik oleh Hamas ke wilayah ini.

Pernyataan dari militer Israel mengatakan pula bahwa serangan darat akan mencakup infateri, lapis baja, teknik, artileri, dan intelijen, dengan dukungan dari udara dan laut. Serangan ini melibatkan pula 18.000 tentara cadangan, menambah 30.000 pasukan cadangan yang sudah lebih dulu dipanggil.

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved