Stok Gula Aman Hingga Dua Bulan Kedepan
Dengan jumlah stok gula hingga 160 ton, maka dipastikan ketersediaan gula akan aman hingga dua bulan ke depan.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Badan Urusan Logistik Divisi Regional Sumatera Selatan (Bulog Divre Sumsel) mengungkapkan, stok gula di gudang aman hingga dua bulan. Saat ini Bulog memiliki cadangan hingga 30 ton, dan akan bertambah 130 ton lagi dalam dua hari ke depan.
Kepala Bulog Divre Sumsel, Bambang Napitupulu mengatakan, saat ini kondisi stok gula di Sumsel masih stabil. Dengan jumlah stok gula hingga 160 ton, maka dipastikan ketersediaan gula akan aman hingga dua bulan ke depan.
“Stok gula sebelum dan pasca lebaran aman. Dengan jumlah hingga 160 ton, maka tidak ada masalah lagi,” kata Bambang saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (14/7/2014). Dengan stok yang berlimpah itu, kebijakan penutupan kran impor gula dinilai sebagai langka tepat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Permana mengungkapkan, kepastian stok gula di Sumsel yang aman membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) takkan lagi mengusulkan penambahan impor.
Stok gula yang banyak itu membawa dampak positif terhadap harga di pasaran. "Harga di pasar juga tak ada lonjakan. Kami bersama instansi terkait menggelar pasar murah untuk menjaga harga tetap stabil,” ujarnya.
Pantauan Sripoku.com, harga gula di Pasar Cinde relatif stabil berkisar di antara Rp12 ribu hingga Rp13 ribu. Sumiati, pedagang sembako di Pasar Cinde misalkan mengatakan, harga gula tidak mengalami kenaikan selama Ramadhan. “Saya jual Rp12 ribu per kilogram, harga dari distributor juga tak jauh beda,” ucapnya.