Nasional
Tim Jokowi-JK Dorong Lembaga Survei Buka-bukaan Data dan Metodologi
Mari kita beri panggung pada lembaga survei untuk berbicara mengenai validitas data dan metodologi masing-masing.
SRIPOKU.COM, JAKARTA - Juru Bicara Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Hasto Kristiyanto, mendorong seluruh lembaga survei yang mengumumkan hasil hitung cepat (quick count) untuk transparan membuka data dan metodologinya. Menurut Hasto, langkah ini diperlukan supaya publik tak mendapat informasi yang menyesatkan.
"Mari kita beri panggung pada lembaga survei untuk berbicara mengenai validitas data dan metodologi masing-masing," kata Hasto, di Jakarta, Kamis (10/7/2014).
Hasto mengakui, dirinya mendorong lembaga survei untuk lebih terbuka karena pihaknya merasa dituduh menggiring opini publik dengan hasil hitung cepat dari lembaga tertentu. Ia merasa tak ada cara lain untuk meluruskan semuanya selain dengan mendorong lembaga survei yang melakukan hitung cepat untuk membuka seluruh data dan metodologinya.
Lebih jauh, Hasto memberikan apresiasi pada Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) karena berniat menggelar penyelidikan dan sidang etik pada salah satu lembaga survei. Pasalnya, ada kecenderungan lembaga survei tertentu menyajikan hasil hitung cepat dengan data dan metodologi yang diragukan.
"Kami apresiasi itikad baik perhimpunan survei itu demi mengungkap kebenaran. Publik tidak boleh disesatkan oleh informasi hasil survei dari lembaga yang tidak kredibel dan melanggar etika," tandasnya.