Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden

Pengamat: Masyarakat Jangan Terlalu Percaya Survei dan Quick Count

Selisih sekian persen yang begitu kecil dari perhitungan quick count tidak bisa menjadi patokan hasilnya

Pengamat: Masyarakat Jangan Terlalu Percaya Survei dan Quick Count
TRIBUNNEWS
Calon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Masyarakat diminta jangan terlalu percaya dengan lembaga survei atau quick count yang meriliskan hasil survei Pilpres, atau dijadikan pedoman untuk mengklaim salah satu pasangan calon sebagai pemenangnya. Dikarenakan quick count hanya bunga-bunga pada saat pemungutan suara.

Kepada Sripoku.com, Kamis (10/7/2014), menurut pengamat politik Ong Berlian yang juga mantan komisioner KPU Sumsel periode 2009-2014, selisih sekian persen yang begitu kecil dari perhitungan quick count tidak bisa menjadi patokan hasilnya.

Ditambah lagi perbedaan setiap lembaga survei dari hasil penghitungan cepatnya. Jadi diminta kepada masyarakat, untuk tetap menunggu hasil resmi dari KPU pusat pada 22 Juli nanti.

Saat ini proses rekap terus berjalan sesuai tahapannya. Mulai dari TPS, PPS tingkat kelurahan, PPK tingkat kecamatan, KPU kota/kabupaten, kemudian KPU tingkat propinsi dan terakhir KPU pusat sekaligus menetapkan hasilnya.

"Sebetulnya jika timses ingin mengetahui lebih cepat hasilnya, rekap di PPK sudah bisa tahu pemenangnya. Namun hanya untuk internal saja dan tentunya masyarakat harus menunggu penetapan dari KPU pusat," ujar pria yang tercatat sebagai dosen Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIPOL) Candradimuka Palembang.

Tags
Pilpres
Penulis: Welly Hadinata
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved