Pilpres Satu Putaran, KPU akan Ubah Aturan Rekapitulasi Suara

(Salinan) putusan MK itu, setelah kami terima, kemudian kami lakukan rapat pleno memutuskan pasal mana yang diubah, pasal mana yang disesuaikan.

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan segera menggelar rapat pleno untuk mengubah Peraturan KPU Nomor 21 Tahun 2014 tentang Rekapitulasi Suara dan Penetapan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2014. Hal itu untuk menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 satu putaran.

"(Salinan) putusan MK itu, setelah kami terima, kemudian kami lakukan rapat pleno memutuskan pasal mana yang diubah, pasal mana yang disesuaikan. Pasal mana yang diperjelas," ujar Komisioner KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2014).

Dia mengatakan, setelah draft perubahan itu selesai disusun, pihaknya akan menyampaikannya ke Kementerian Hukum dan HAM untuk diundangkan. Rapat akan digelar jika memenuhi quorum, yaitu setidaknya dihadiri lima komisioner KPU.

Masalahnya, kata dia, beberapa komisioner KPU saat ini masih berada di luar kota untuk melakukan pemantauan persiapan pelaksanaan Pilpres 2014. Dia berharap sore ini rapat pleno sudah dapat dilakukan.

"Jelas perubahan itu akan kami lakukan sebelum 9 Juli," ujar mantan anggota KPU Jawa Timur itu.

Sebelumnya, MK mengabulkan permohonan uji materi pasal 159 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pilpres. Pilpres diputuskan berlangsung hanya satu putaran karena hanya ada dua calon pasangan, yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved