Getah Karet tak Ada Harga, Hidup Kami Semakin Terjepit
Setelah anjloknya harga, petani karet di Empatlawang harus menghadapi musim gugur.
Penulis: Wiliem Wira Kusuma | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, TEBINGTINGGI - Setelah anjloknya harga, petani karet di Empatlawang harus menghadapi musim gugur. Dampaknya, getah yang dihasilkan sangatlah sedikit sehingga petani "menjerit" dengan kondisi saat ini.
Menurut sejumlah petani, Rabu (2/7/2014), kondisi saat ini memaksa mereka gigit jari. Selain harga karet yang sangat rendah, sementara getah yang dihasilkan tidak begitu maksimal. Pasalnya, saat ini tengah memasuki musim gugur yang berakibat pengurangan getah yang dikeluarkan.
"Kehidupan kami semakin terjepit, bagaimana tidak. Getah karet tidak ada harga, ditambah musim gugur. Ya, getah yang dihasilkan turun drastis," ungkap Win, salah seorang petani di Desa Terusanbaru, Kecamatan Tebingtinggi.