ASEAN BasketBall League
Big Four, Target Realistis Laskar Dreya
Pada keikutsertaan perdana kita di ajang ABL, bisa menembus empat besar sudah merupakan prestasi lumayan.
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebagai pendatang baru di kancah basket tingkat internasional, tim basket kebanggaan wong kito Laskar Dreya South Sumatera (LDSS) yang akan mengikuti ajang ASEAN BasketBall League (ABL) Juni-November 2014, tidak terlalu menaruh target tinggi pada keikutsertaan mereka dalam ajang yang diikuti oleh tim basket dari negara-negara Asia Tenggara tersebut.
Diungkapkan President club Ekoputro Adijayanto, bahwa Laskar Dreya yang merupakan kontestan teranyar tidak terlalu mengusung target tinggi di kompetisi Abl 2014.
“Pada keikutsertaan perdana kita di ajang ABL, bisa menembus empat besar sudah merupakan prestasi lumayan. Target tersebut kami rasa sangat realistis sebagai pendatang baru,” kata Ekoputro Kepada Sripoku.com, Rabu (2/7/2014).
Ia mengatakan, kendati hanya mengincar posisi big four, tidak menutup kemungkinan dengan materi yang dimiliki oleh laskar dreya, bisa mengejutkan tim peserta lain dan merengkuh gelar prestisius tersebut, jika timnya terus bermain konsisten di setiap laga yang dilakoni.
“Memang kita hanya mengusung tembus zona big four, tetapi dengan materi pemain lokal yang mengisi skuad timnas basket Indonesia, plus dua legiun asing asal Amerika dan jika terus bermain konsisten setiap laga, mudah-mudahan untuk menjadi juara tidak terlalu sulit,” jelasnya.
Eko juga menjelaskan, liga ABL sangat baik bagi para pemain lokal, dimana ajang tersebut bisa sekaligus ajang pemanasan dan mengasah kemampuan bagi para pemain timnas basket Indonesia yang ikut ambil bagian dalam event tersebut.
“Kita ingin liga ini juga sebagai ajang pemanasan buat pemain timnas basket Indonesia. Karena dengan menghadapi materi pemain kelas dunia di ABL diharapkan kemampuan mereka akan bertambah. Jadi ketika memperkuat Indonesia di ajang internasional semacam SEA Games, mereka dapat menerepakan ilmu yang didapat,” harapnya.
“Peta kekuatan lawan bisa hampir merata, tetapi mungkin yang harus sedikit kita waspadai adalah tim asal singapore, yakni Singapore Slinger. Dimana tim ini sudah melakukan persiapan sejak lama dan mereka sepertinya sangat berambisi menjadi juara,” tambahnya.
Keikutsertaan Laskar Dreya di ABL 2014, sekaligus menambah dua perwakilan tim basket asal Indonesia. Pasalnya pada tahun-tahun sebelumnya, garuda hanya diwakili oleh tim Indonesia warior.
Prestasi yang tunjukkan oleh Indonesia Warior pun bisa dikatakan cukup cemerlang, dimana pada tahun 2012 keluar menjadi juara pertama. Tetapi pada tahun lalu mereka harus sedikit kecewa, karena harus menempati posisi runner up, usai di partai final mereka dikalahkan San Miguel Beermen, dengan skor akhir (53-64).