Baznas-YRTS Ajak Gerakan Sumsel Cerdas

Baru terbatas instansi dinas Provinsi. Sedangkan CSR perusahaan-perusahaan belum. Untuk itu kita mengajak forum karena ini untuk umat.

Baznas-YRTS Ajak Gerakan Sumsel Cerdas
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua Harian Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumsel Drs H Robinson Malian MPdI dan Ketua Yayasan Rumah Tahfidz Sumsel ustadz Masagus H Fauzan Yayan SQ dan Tim Kampanye Sadar Zakat menggelar rapat di Kantor Jl Kapten A Rivai No 259 Palembang, Jumat (27/6/2014). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ketua Harian Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumsel Drs H Robinson Malian MPdI dan Ketua Yayasan Rumah Tahfidz Sumsel ustadz Masagus H Fauzan Yayan SQ menyerukan Gerakan Sadar Zakat, Infak, Sedekah untuk beasiswa Santri Tahfidz Quran.

"Kita tertarik bersama-sama Baznas Sumsel. Potensinya besar, hanya pencapaiannya masih minim. Gerakannya cukup mulia, Sumsel cerdas kepada anak yatim dhuafa yang tidak mampu dipondoki di rumah tahfidz dalam rangka menghapal Alquran. Ini suatu misi yang harus didukung. Baik kalangan pegawai pemerintah, swasta maupun umum. Soal bagaimana teknis belakanganlah. Semua kita libatkan untuk mendorong ayo kita gerakkan. Baik zakat profesi, zakat mal, zakat perusahaan," ujar ustadz Masagus H Fauzan Yayan SQ, Jumat (27/6/2014)

Hal ini disampaikan kepada segenap kaum muslimin dan muslimat di Sumsel dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1435 H dan membantu Baznas Sumsel untuk menghimpun dana sebanyak mungkin.

"Baru terbatas instansi dinas Provinsi. Sedangkan CSR perusahaan-perusahaan belum. Untuk itu kita mengajak forum karena ini untuk umat. Semakin banyak dana yang kita himpun, semakin banyak program kita jalankan," kata Drs H Robinson Malian MPdI didampingi Tim Dai dan relawan kampanye sadar zakat, H Subki S dan HJ Ida Athung, Amrullah (Ketua Forum Rumah Tahfidz Sumsel).

Ketum Baznas KH Didin Hafidhuddin memperkirakan potensi zakat masyarakat Indonesia mencapai Rp 270 triliun. Bila dilihat dari capaian saat ini, raihan zakat hanya satu persen dari potensi yang ada.

"Kalau ada rasa kepercayaan, semua dikasihkan. Bukan hanya zakat. Cari trik untuk menanamkan kepercayaan. Harus ada standar relawan menyampaikannya. Menggugah masyarakat bisa sadar," kata ustadz H Muhammad Ali, Ketua Majelis Dhuha Palembang.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved