Jokowi di Palembang

Jokowi: Wajah Ndeso Otak Internasional, tidak Mau Diremehkan

Calon Presiden Nomor urut 2, Ir H Joko Widodo berusaha menjawab dan menepis isu miring tentang dirinya saat berdialog

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Calon Presiden Nomor urut 2, Ir H Joko Widodo berusaha menjawab dan menepis isu miring tentang dirinya saat berdialog di hadapan ribuan warga di panggung kampanye bawah Jembatan Ampera Palembang, Rabu (25/6/2014).

"Masak ya dibilang keturunan Singapura. Wajah ndeso kayak ini. Bapak saya dan ibu sudah haji. Kakek saya berasal dari daerah terpencil. Saya ini keluarga desa. Masak dibilang dari Singapura. Wajah jelas, ndeso kayak ini. Yang penting kan ganteng. Walaupun wajah ndeso, otak internasional. Kita nggak mau diremehkan. Nanti dibilang bisa apa nggak nanti Jokowi debat Capres. Kita jangan dibodoh-bodohi, dilecehkan. Ibu Mega milih Jokowi tentu pakai kalkulasi yang matang. Karena ibu itu sudah berpengalaman. Selain ketua partai, pernah anggota DPR, Wapres, Presiden," seru Jokowi.

Sebelumnya, mantan Walikota Solo ini menyapa warga Palembang dengan mengajak Salam Dua jari.

"Semuanya, semuanya, semuanya. Saya, saya tadi pagi sudah makan pempek, kenyang pempek. Enak banget. Saya akan menyampaikan terlebih dahulu dengan isu. Ini PNS dan guru. Katanya kalau Jokowo-JK jadi sertifikasi dan gaji ke-13 dihapus. Ini bohong. Diberitahu keluarganya ya! Wong malah mau ditambah. Rumusnya dimana. Kemudian isu yang lain. Apa?," ungkap Jokowi.

Gubernur non aktif DKI Jakarta yang tengah cuti ini mengingatkan kita sudah tinggal dua minggu lagi untuk segera mengkampanyekan untuk coblos Jokowi-JK dengan ciri-ciri baju kotak-kotak merah.

"Harus kerja, pergi dari pintu ke pintu, kepada saudara, ke pacarnya. Jokowi-JK itu ini, ini. Sudah tahu belum. Dibadingkan dengan tetangga, yang sana. Kalau masih ragu, datangi lagi. Pengaruhi lagi. Menepis isu, mengajak pilih Jokowi-JK," ujarnya.

Jokowi optimis di Palembang, Sumsel suaranya bakal menang mutlak. Ia pun menyemangati bakal kembali hadiri menemui wong kito, jika memenangkan suaranya.

"Saya sudah ke kampung, ke pasar, ke masjid raya. Mestinya menang mutlak di Sumsel, di Palembang. Mestinya. Tanggal 9, yang saya telepon pertama kali Palembang. Saya terbang ke sini. Saya salami semua. Mau nggak," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi bersama, Ketum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri, Ketua Bapilu Pusat Puan Maharani, disaksikan Tim Pemenangan Jokowi-JK melakukan sosialisasi cara mencoblos.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved