Harga Bawang dan Cabai Merangkak Naik

Kenaikan harga bawang juga terjadi di Pasar 16 Ilir Palembang. Harga bawang merah di kisaran harga Rp 24.000 hingga Rp 25.000 per kilogram

Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seiring semakin dekatnya bulan suci Ramadhan, harga sembako sejumlah pasar yang ada di Kota Palembang berlahan naik. Hal tersebut terlihat dari beberapa komoditas seperti cabai merah dan bawang.

Seperti di Pasar Cinde, harga cabai merah hingga mencapai Rp 25.000 per kilogram, harga sebelumnya di kisaran Rp 20.000 per kilogram. Begitu juga harga cabai merah per kilogramnya menyentuh Rp 15.000, padahal sebelumnya hanya Rp 10.000.

Kenaikan harga bawang juga terjadi di Pasar 16 Ilir Palembang. Harga bawang merah di kisaran harga Rp 24.000 hingga Rp 25.000 per kilogram. Sedangkan untuk cabai merah seharga Rp 15.000 per kilogramnya.

Halima (55) salah satu pedagang di Pasar Cinde mengatakan, kondisi tersebut terjadi sejak beberapa hari terakhir. Akan tetapi walau mengalami kenaikan stoknya banyak, baik itu bawang merah maupun cabai merah.

Senada dengan Halima, Bambang (45) salah satu pedagang di Pasar 16 ilir mengatakan, berangsur barang seperti cabai dan bawang merah mulai naik, akan tetapi kenaikan tersebut diimbangi dengan stok barang yang melimpah.

"Untuk stok cabe akan terpenuhi sampai Ramadhan bahkan lebaran akan terpenuhi, jangan khawatir wong Palembang dak do sambal nunggu puaso sampai lebaran," ujar Bambang.

Walau begitu, para pedagang mengaku harga bawang merah maupun cabai merah masih stabil, karena barang tersebut masih mudah ditemukan. Menurut pengakuan para pedagang barang akan naik drastis ketika stok barang tidak ada.

Kondisi tersebut bertolak belakang dengan harga bawang putih dan cabai rawit. Bawang putih maupun cabai rawit justru relatif stabil. Seperti harga cabai rawit di kisaran Rp 8.000-Rp 10.000 per kilogramnya. Sedangkan harga bawang putih Rp 18.000-Rp 20.000 per kg.

Hal tersebut karena bawang putih impor dari Cina tidak mengalami gangguan yang berarti, sehingga membuat harga bawang putih relatif stabil. Begitu juga dengan cabai rawit karena di beberapa daerah terjadi panen.

Nita (27) salah satu pembeli saat ditemui di Pasar 16 Ilir mengatakan dirinya terpaksa membeli cabai maupun bawang seperlunya saja, karena harga mulai mengalami kenaikan. Hal tersebut dilakukan untuk menstabilkan keuangan keluarga.

"Biasanya saya beli berapa kilo untuk stok berapa hari ke depan, namun karena barang mulai naik saya beli seperlunya saja," kata Nita.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved