Breaking News

Indonesia Dua Kali 'Tsunami' Kebangsaan

Yang paling terasa di era 1998 dimana nilai kebangsaan ikut disangsikan, bahwa pancasila tidak mampu mewujudkan cita-cita sejahtera

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) minta masyarakat Indonesia khususnya Sumsel untuk kembali ke Pancasila. Hal tersebut dilakukan mengingat masyarakat saat ini menganggap kapitalisme, liberal dan individualis menjadi nilai yang bisa mensejahterakan bangsa Indonesia.

Kepala Deputi Nilai Kebangsaan, Laksamana Madya Leonardi mengatakan usia Indonesia masih relatif muda yakni 69 tahun, namun sudah dua kali mengalami “Tsunami” dalam konteks kebangsaan yakni tahun 1969 dan 1998.

“Yang paling terasa di era 1998 dimana nilai kebangsaan ikut disangsikan, bahwa pancasila tidak mampu mewujudkan cita-cita sejahtera, adil dan makmur,” ungkap Laksamana Madya Leonardi pada pembukaan pemantapan nilai-nilai kebangsaan yang diikuti tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ormas, birokrat, pemerintahan, TNI/Polri di ruang Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Senin (16/6/2014).

Sebagian masyarakat bahkan pejabat kala era 1998 hingga 2003 juga terbawa suasana dan belum berani membicarakan bahwa kita harus kembali kepada pancasila dan ini bergeliat terus hingga 2004.

“Mulai dari Presiden Megawati hingga Susilo Bambang Yudhoyono mulai mengagas dan mencanangkan bahwa Indonesia harus kembali kepada jati diri bangsa Indonesia. Jangan tergerus euforia demokrasi dan reformasi yang nilainya sangat liberalis itu,” ujarnya.
          
Oleh karena itu, lanjutnya, Lemhanas atas perintah Presiden melalui Perpres membentuk deputi pemantapan nilai kebangsaan untuk kembali menumbuh kembangkan semangat kebangsaan.

“Kita kembai menyamakan, mengharmoniskan dan menyerasikan pemahaman kita tentang pancasila dengan konteks ke-kinian. Tentunya bukan lagi seperti dulu dengan cara doktrinasi tetapi dialogis yang menyenangkan untuk kita bicarakan bersama,” katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved