Sebelum Tewas, Agung Saputra Sempat Mengeluh Sesak Napas

Beberapa bagian tubuh tahanan kasus pencurian kendaraan bermotor tersebut tampak menghitam, diduga karena masuk angin.

Sebelum Tewas, Agung Saputra Sempat Mengeluh Sesak Napas
ISTIMEWA
Ilustrasi mayat

SRIPOKU.COM, LAHAT -- Agung Saputra (26), narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIa Lahat, tewas setelah dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Lahat, Minggu (8/6/2014) sekitar pukul 16.30. Beberapa bagian tubuh tahanan kasus pencurian kendaraan bermotor tersebut tampak menghitam, diduga karena masuk angin. Padahal beberapa jam sebelumnya ia masih segar bugar, dan bercanda dengan teman satu selnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, tewasnya Agung berawal saat ia mengeluh sesak napas kepada teman-temannya sekitar pukul 15.30. Hal tersebut kemudian diberitahukan pada sipir Lapas, agar mendapat perawatan. Ia pun disarankan untuk berkerokan, karena diduga mengalami masuk angin.

Warga Desa Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan ini pun menuruti hal tersebut, hingga bagian belakang banyak bekas kerokan. Bahkan sempat bercanda dan merokok, di ruangan klinik lapas tempat ia di rawat. Namun karena masih mengeluh sesak napas, sipir memutuskan membawanya ke IGD RSUD Lahat.

Selama perjalanan dari Lapas Klas IIa Lahat di Jl RE Martadinata Kota Lahat, pria yang sudah mengajukan pembebasan bersyarat ini mengeluh tubuhnya lemas. Tanpa diduga beberapa menit setelah tiba di IGD RSUD Lahat, ia langsung meninggal dunia. Diduga Agus terkena serangan angin duduk sejak beberapa hari lalu, namun tidak memberitahukan rekan-rekannya yang lain.

Ari (36) Sipir Lapas yang membawa Agung ke IGD RSUD Lahat, tidak menduga bila narapidana tersebut akan meninggal dunia. Sebab saat di lapas ia masih segar bugar, dan bercanda dengan sipir dan narapidana lain. Namun ia selalu mengeluh bila tubuhnya terasa lemas, sejak beberapa hari terakhir. Padahal Agung sudah mengajukan pembebasan bersyarat, yang berkasnya masih dalam proses.

"Tidak ada perkelahian atau penganiayaan. Ia mengeluh sesak nafas, kemungkinan terkena serangan angin duduk," tegas Ari, di IGD RSUD Lahat.

Firman Ashari Kasi Pembinaan Napi dan Anak Didik Lapas Klas IIa Lahat ketika dihubungi, membenarkan adanya penghuni lapas yang meninggal dunia. Menurutya status Agung sudah narapidana, bukan lagi tahanan. Ia diduga sakit, karena mengeluh sesak napas.

Sementera beberapa perawat dan dokter yang bertugas di IGD RSUD Lahat, enggan memberikan komentar apa pun terkait kematian narapidana Lapas Klas IIa Lahat. Seorang dokter bahkan mengaku tidak mengetahui penyebabnya, karena saat tiba Agung sudah lebih dulu meninggal dunia. (iko)

Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved