Kasus Pegang Dada Istri Pengacara dalam KA Belum Ada Tersangka

Pasalnya, kita baru memiliki satu bukti, sementara untuk penetapan tersangka harus ada dua bukti yang kuat

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dugaan pencabulan yang dilakukan oknum Polisi Khusus PT KAI Lubuklinggau terhadap YI, Tries (30), rupanya belum menetapkan Tries sebagai tersangkanya. Polda Sumsel yang kini menangani perkara itu menyatakan belum cukup alat bukti untuk menetapkan Tries sebagai tersangka.

Itu dikatakan langsung Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova. Menurut Djarod, belum ditetapkannya Tries sebagai tersangka pencabulan terhadap YI dikarenakan belum cukupnya alat bukti yang ada.

"Itu sebabnya, Tries belum kita tetapkan sebagai tersangka. Pasalnya, kita baru memiliki satu bukti, sementara untuk penetapan tersangka harus ada dua bukti yang kuat," kata Djarod, Kamis (5/6/2014).

Dikarenakan belum ditetapkan sebagai tersangka, ungkap Djarod, belum diberlakukan penahanan terhadap Tries. Meski demikian, gerak-gerik Tries terus dipantau dan diberlakukan wajib lapor untuk Tries. Ia harus siap begitu Polda Sumsel sewaktu-waktu memanggil dirinya untuk dimintai keterangan.

Masih kata Djarod, sejak menerima limpahan perkara ini dari Polresta Lubuk Linggau, Polda Sumsel sudah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan. Beberapa saksi yang dinilai ada di lokasi kejadian dan melihat kejadian ini sudah diambil keterangan.

"Ia dilaporkan sudah melanggar pasal 281 KUHP dan ancaman di bawah lima tahun penjara. Boleh jadi, jika resmi tersangka, juga tidak akan diberlakukan penahanan," kata Djarod.

Seperti diketahui, Tries dilaporkan berbuat cabul terhadap YI saat keduanya berada di Gerbong Eksekutif 2 kereta api Prabumulih menuju Lubuklinggau, Selasa (27/5/2014). YI yang tengah duduk di kursi penumpang mulanya dicoba diajak kenalan oleh Tries. Namun, YI menolak dan Tries lalu menjauh.

Selanjutnya, YI tiba-tiba merasa ada tangan yang menyentuh bagian di sekitar dadanya. Mulanya, YI merasa kejadian itu hanya ilusi dari tidurnya. Namun, saat terjadi kedua kalinya, YI sadar seorang sudah mencoba memegang bagian dadanya.

"Dari keterangan korban, pelaku memegang bagian dada korban melalui sela kursi yang diduduki korban. Korban sempat memaki pelaku sebelum melaporkannya ke Polresta Lubuk Linggau. Pelaku lalu ditangkap di Mess Kereta Api Lubuk Linggau oleh Polresta Lubuk Linggau," kata Djarod.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved