Breaking News

Rakit Terbelah Menghantam Batuan Sungai Lematang

Selain itu peserta harus bisa mengendalikan rakit yang digunakan agar tidak menghantam bebatuan yang bertebaran di sepanjang sungai.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, LAHAT -- Dalam memperingati HUT Kabupaten Ke Lahat yang ke-145, Pemerintah Kabupaten Lahat menggelar lomba rakit dan beranyutan, Minggu (25/5/2014). Ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah mencoba peruntukan, untuk bertarung menahlukan derasnya sungai Lematang yang menjadi ikon di Bumi Seganti Setunggun.

Ada dua kategori lomba yang digelar dengan menggunakan trek Sungai Lematang. Yang pertama yakni lomba beranyutan, yang pemenangnya ditentukan melalui undian. Peserta bisa santai dan menikmati indahnya pemandangan di sepanjang sungai dengan panjang trek sekitar 13 kilometer. Peserta tidak harus mengeluarkan tenaga agar bisa sampai di garis start.

Sementara lomba rakit, jusru harus berjibaku menahlukan derasnya Sungai Lematang yang saat itu cukup deras. Sejak dilepas di garis start di Desa Tanjung Mulak Kecamatan Pulau Pinang, mereka sudah harus mengeluarkan semua kemampuan sehingga bisa berada di paling depan, di banding peserta lain yang tak kalah tangguh.

Selain itu peserta harus bisa mengendalikan rakit yang digunakan agar tidak menghantam bebatuan yang bertebaran di sepanjang sungai. Di sini skil sang pengemudi benar-benar diuji, sebab selain harus melaju cepat juga mesi menghindari bebatuan. Beberapa peserta bahkan terpaksa harus gugur sebelum sampai di garis finis, karena rakit yang digunakan terbelah dua akibat menabrak bebatuan besar.

Berada di urutan paling depan dan berhasil menahklukan arus sungai dan bebatuan, menjadi kembanggaan tersendiri. Sehingga para peserta yang tiba lebih dulu di garis finis, disambut meriah ribuan warga yang sudah menanti. Bahkan ratusan hadiah sudah menanti mereka, termasuk sepeda motor yang sudah disiapkan Bupati Lahat Saifudin Aswari.

"Tahun ini arusnya cukup deras, sehingga sulit menggerakan rakit. Tadi beberapa peserta gugur, karena rakitnya belah menabrak bebatuan," ujar Rudi (32), seorang peserta.

Bupati Lahat Saifudin Aswari menjelaskan, lomba rakit dan beranyutan menjadi agenda tahunan terutama pada perayaan HUT Kabupaten Lahat. Para peserta setiah tahun selalu membeludak, dan menjadikan kegiatan tersebut lebih menarik. Diharapkan bisa menjadi magnet pariwisata tradisonal, sebagai upaya promosi aset wisata di Bumi Seganti Setungguan. (iko)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved