Pemilu Legislatif

Sudirman Masul Caleg NasDem Adukan KPU Sumsel ke DKPP

Masih ingat dengan caleg dari Partai Nasdem Sudirman Masul yang sebelumnya unggul dalam perolehan suara namun tergeser dengan selisih

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Masih ingat dengan caleg dari Partai Nasdem Sudirman Masul yang sebelumnya unggul dalam perolehan suara namun tergeser dengan selisih dua suara dari caleg dari partai lainnya, sehingga tidak lolos ke DPRD Sumsel Dapil VIII meliputi Kabupaten dan Kota Lubuklinggau, akhirnya mengadukan KPU Sumsel ke pihak pusat.

Melalui kuasa hukum Mualimin Pardi Dahlan SH, Sudirman Masul melaporkan KPU Sumsel ke KPU RI, Bawaslu RI dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI. Pengaduan dan atau laporan secara resmi ke KPU RI dan Bawaslu RI pada tertanggal 19 Mei 2014, dan pengaduan ke DKPP RI pada tanggal 20 Mei 2014.

Kepada Sripoku.com Minggu (25/5/2014), Mualimin mengatakan, dalam aduannya terjadi adanya dugaan pelanggaran dan kejahatan pileg yang dilakukan KPU Sumsel. Dugaan pertama yakni pada saat Rapat Pleno Rekapitulasi tingkat Kabupaten Musi Rawas tanggal 20 April 2014, keberatan yang diajukan oleh saksi peserta Pemilu bahkan keberatan Panwaslu Kabupaten Musi Rawas sama sekali tidak ditanggapi. Rekapitulasi kemudian diambil alih KPU Sumsel yang digelar di Kantor KPU Provinsi Sumsel mulai tanggal 24 hingga 27 April 2014.

Kemudian dugaan Kedua, pada tanggal 8 Mei 2014 KPU Sumsel melakukan rapat pleno perbaikan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat provinsi dapil VIII secara tidak sah karena tanpa diketahui dan dihadiri oleh saksi peserta pemilu.

"Bahkan hasil perbaikan rekapitulasi ini baru disampaikan kepada klien kami pada tanggal 13 Mei 2014. Sehingga ini ada indikasi kesengajaan agar pihak klien kami kehilangan kesempatan untuk mengajukan Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi RI karena sudah melampaui waktu pengajuan permohonan 3x24 jam sejak rekapitulasi nasional tanggal 9 Mei 2014," jelas Mualimin seraya menambah pengaduan yang disampaikan merupakan aturan yang diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif.

Terkait adanya aduan caleg yang dimaksud, komisioner KPU Sumsel Divisi Sosialiasi Ahmad Naafi mengatakan, mengenai adanya pengaduan semuanya memang harus dihormati karena KPU sebagai penyelenggara. Namun pastinya setiap pengaduan perlu adanya pembuktian lebih lanjut. Perlu diketahui, KPU Sumsel melakukan rekap suara dengan membuka kotak suara untuk KPU Mura merupakan rekomendasi dari Bawaslu RI.

"Tapi pastinya KPU sebagai penyelenggara menjalakan tugas sesuai aturan. Jika dalam pengaduan tidak terbukti, maka kami akan mengadukan balik karena telah mencemarkan nama baik KPU Sumsel," ungkap Naafi.

Seperti diketahui, sebelum dilakukan perbaikan rekapitulasi tanggal 8 Mei 2014, KPU Sumsel telah melakukan Rekapitulasi tingkat provinsi Dapil Sumsel VIII pada tanggal 29 April 2014 untuk tujuh kursi DPRD Sumsel. Partai Nasdem memperoleh 23.461 suara.

Setelah adanya perbaikan rekapitulasi pada tanggal 8 Mei 2014, Partai Nasdem memperoleh 23.553 suara. Namun Partai Nasdem tergeser oleh PAN yang memperoleh 23.555 suara. Dengan hanya selisih dua suara, Sudirman Masul gagal meraih kuris DPRD Sumsel untuk dapil VIII.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved