2 Miliar Penduduk Dunia Menderita TB Paru-paru
Dan Indonesia dari 22 negara menduduki peringkat keempat penyumbang penyakit TB.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, MUARAENIM - SSR (Sub-sub Recipient) KDP (Kominte Daerah Penanggulangan) TB 'Aisyiyah Kabupaten Muaraenim, menggelar launching dan sosialisasi TB Care di Hotel Grand Zuri Muaraenim, Sabtu (24/05/2014).
Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan Kader Komunitas TB (community TB Cadre), pengurus 'Aisyiyah dan tamu undangan.
"Kegiatan ini, Sosialisasi dan Launching Community TB Care 'Aisyiyah World TB Day (Hari TB Sedunia) seharusnya tanggal 24 Maret lalu, namun karena masih suasana pemilu makanya baru sekarang bisa dilaksanakan," ujar Koordinator TB Care 'Aisyiah Kabupaten Muaraenim Erdawati SE, didampingi
Ketua Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kabupaten Muaraenim Hj Yarlis, dan Sekretaris PDA Kabupaten Muaraenim Oktaviani Ramdiana SPdi.
Saat ini pihaknya baru empat kecamatan yakni Kecamatan Muaraenim, Ujan Mas, Lawang Kidul dan Tanjung Agung.
Untuk perekrutan sudah dilakukan sebanyak 24 orang yang berasal dari empat kecamatan sebagai kader untuk mencari suspect pasien TB.
Program ini, dibiayai oleh global fund yang terdiri dari lima negara yakni AS, Inggris, Perancis, Jepang dan Jerman.
Ditambahkan Kepala SSR TB Care 'Aisyiyah Kabupaten Muaraenim Autarika Anggraini, untuk kader Community TB, jika mendapatkan pasien suspect akan mendapatkan reward Rp 10 ribu, sedangkan jika mendapatkan pasien yang positif mereka akan mendapatkan reward Rp 30 ribu.
Dan Jika mendampingi pasien sampai sembuh kembali mendapatkan reward Rp 60 ribu.
Untuk di Kabupaten Muaraenim, kata Autarika, pada tahun 2013, ada sekitar 800 orang yang positif terkena penyakit TB atau BTA Positif tahun 2013.
Untuk triwulan I tahun 2014, sudah delapan orang yang positif yang terkena TB yakni tersebar di Kecamatan Muaraenim, Gelumbang dan Tanjung Agung.
Sementara itu Bupati Muaraenim melalui Sekda Taufik Rahman, sangat memberikan apresiasi atas kinerja 'Aisyiyah.
Meski sudah menginjak usia 102 tahun, sejak didirikan pada tahun1912, namun semangatnya tetap baik dan terlihat energik.
Di Sumsel, baru dua daerah yakni Kota Palembang dan Kabupaten Muaraenim yang diberikan kepercayaan untuk menangani TB. Dan ini sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Muaraenim SMAS.
"Kesehatan punya dampak yang luar biasa dengan kehidupan manusia. Jika tidak sehat seluruh kegiatan atau pekerjaan sulit optimal," ujar Taufik yang didampingi oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhadiyah Kabupaten Muaraenim Drs Syarban Sarjono SE.
Ditambahkan Kadinkes melaui Kabid PMK Dinkes Kabupaten Muaraenim Ujang Suherman SKM Mkes mengatakan, bahwa
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Micobakterium Tuberkulosis.
Penyakit ini bukan penyakit turunan, terkena guna-guna dan lain-lain.
Di dunia lebih dari 2 miliar manusia yakni sepertiga populasi dunia pernah terinfeksi TB. Dan Indonesia dari 22 negara menduduki peringkat keempat penyumbang penyakit TB.
"Penyakit TB itu bisa diobati. Makanya jika ada yang terkena TB, jangan dikucilkan tetapi diobati," tukas Ujang.