Tulang Belulang Cecep Ditemukan Berserakan

Kuat dugaan sebelum di buang, Cecep terlebih dahulu dimutilasi dan jasadnya dimakan hewan liar.

Penulis: Evan Hendra | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, MARTAPURA -- Sungguh tragis nasib Cecep (17), warga Jaya Bakti, Kecamatan Madang Suku I, OKU Timur. Setelah dua bulan menghilang lamanya, ia akhirnya ditemukan di hutan tetapi dalam kondisi mengenaskan dalam sebuah jalan Kota Terpadu Mandiri (KTM). Tubuh Cecep yang sudah tinggal tulang belulang dan berserakan di semak-semak. Tulang belulang itu pertama kali ditemukan oleh tukang kayu yang berada di tempat tersebut, Jumat (23/05/2014).

Dugaan sementara Cecep merupakan korban pembunuhan. Hal itu berdasarkan adanya bekas luka benda tumpul dan luka bacokan di tengkorak korban. Kuat dugaan sebelum di buang, Cecep terlebih dahulu dimutilasi dan jasadnya dimakan hewan liar. Hal itu dibuktikan dengan tulang yang berserakan di semak-semak menjadi enam bagian.

“Di bagian belakang tengkorak kepala korban terdapat bekas hantaman benda tumpul dan beberapa bekas luka bacokan. Tengkorak korban pertama kali, ditemukan oleh pencari kayu yang langsung melaporkan penemuan tersebut kepada kepala desa setempat yang langsung menghubungi pihak kepolisian,” ungkap Kapolres OKU Timur, AKBP Hengki Widjaya melalui Kasatreskrim AKP Janton Silaban, didampingi Kapolsek Madang Suku I, AKP Sukarman.

Menurut Sukarman, awalnya tengkorak tersebut menjadi misteri. Tim identifikasi mengalami kesulitan mengenali korban, karena hanya tinggal tulang belulang. Namun setelah keluarga korban melihat baju, celana dan sandal korban, maka identitas korban akhirnya terungkap.

“Korban mengenakan celana jeans warna hitam, baju berwarna merah klub bola Arsenal dan memakai sandal karet. Tengkorak korban terbagi menjadi enam bagian dengan bagian utama pada tengkorak kepala. Di dekat kepala terdapat kumpulan tulang rusuk dan punggung. Sementara tulang belakang pinggul, kaki dan selangkangan terpisah-pisah mejadi beberapa bagian,” jelasnya.

Menurut keluarga korban, Cecep hilang kontak sejak dua bulan lalu. Terakhir ia diketahui pergi bersama teman-temannya bermain volly. Ia kemudian pergi setelah menerima telepon dari orang yang tidak dikenal.

“Cecep saat hilang menjelang magrib. Kemudian pergi dijemput oleh orang yang tidak dikenal,” jelas seorang anggota keluarga korban yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara menurut Basyuni, Camat Madang Suku I, didampingi Husni, Kades Jaya Bakti, pemerintah setempat mendapat laporan penemuan tengkoran tersebut oleh pihak Kepolisian. Mereka kemudian mencocokkan ciri-ciri korban dengan warga yang hilang dari Jaya Bakti.

“Keluarga korban kita beritahu dengan adanya penemuan mayat tersebut dan setelah dicocokkan ternyata benar korban adalah warga Jaya Bakti, Kecamatan Madang Suku I,” ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved