Pemilu Legislatif

Sidang DKPP Terhadap KPU Banyuasin Dinilai Lamban Mengambil Keputusan

Sidang lanjutan DKPP terhadap lima komisioner KPU Banyuasin di Sentra Gakumdu Provinsi Sumsel dinilai lamban mengambil keputusan.

SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Herlambang SH 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sidang lanjutan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI terhadap lima komisioner KPU Banyuasin di Sentra Gakumdu (Penegakkan Hukum Terpadu) Provinsi Sumsel Jl Kol H Barlian KM 6 Palembang, Kamis (22/5/2014) dinilai lamban dalam mengambil keputusan.

"Kita tidak tahu kapan keputusannya. Namun ketentuannya seminggu harus ada keputusannya. Kami berharap persidangan ini cepat diputus. Kita minta dipercepat. Dari fakta-fakta, menguntungkan kami. Harapan kami kasus ini juga bisa dipidanakan. Namun Gakumdu sepertinya tidak memahami pekerjaannya. Justru seharusnya lebih cepat dari Jakarta," kata Herlambang SH, kuasa hukum dari AA Hari Afriansyah SIP, caleg Partai Demokrat Dapil 5 nomor urut 4 Kabupaten Banyuasin.

Herlambang mengomentari mempertanyakan pihak KPU menyatakan bahwa apa yang berlangsung sesuai dengan mekanisme. "Mekanisme yang mana? Tafsir sendiri. DA harus diperbaiki, tidak bisa di-by pass. Sebenarnya sudah jelas, tetapi kita ingin tahu motif di balik itu," kata Herlambang.

Pihak pengadu menghadirkan saksi dari Partai Hanura Asnawi, Ketua PPK Rantaubayur Zulfikar yang menyaksikan luar rekapitulasi dari kaca nako Nurman, serta anggota PPS Desa Paldas Salman ST. "Mereka bilang tidak ada masalah rekap di PPK," kata Herlambang.

Sementara dari pihak teradu (Komisioner KPU Banyuasin) menghadirkan pihak dari Partai Golkar, PAN, Demokrat, dan anggota PPK Rantaubayur Meri Handayani.

Sidang ini sendiri dipimpin DR Valina Singka (anggota DKPP RI) melalui teleconference. Sementara tim pemeriksa daerah dua dari tokoh masyarakat tetap Hj Lishapsari Prihatini, dan Dr Zulfikri Suleman. Lalu dari Bawaslu Sumsel Andika Pranata Jaya SSos. Sedangkan H Aspahani SE Ak MM CA dari KPU Sumsel tidak bisa hadir karena harus mengikuti persidangan di DKPP RI terkait yang disangkakan Caleg Partai Demokrat.

Sedangkan Teradu Ketua (Dahri) dan Anggota KPU Kabupaten Banyuasin (Salinan, Agus Supriantono, Ida Royani, dan Maulidi).

Untuk pokok aduannya, saat rekapitulasi perolehan suara untuk caleg DPRD Kabupaten Banyuasin
oleh teradu di KPU Kab Banyuasin pada tanggal 23 April, teradu mengurangi suara pengadu di Kecamatan Rantau Bayur. Seharusnya berdasarkan DA1 PPK Rantau Bayur berjumlah 2.217 suara, namun dalam DB1 mengurangi sebanyak 1.335 suara sehingga suara pengadu di Rantau Bayur berkurang sebanyak 882 suara.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved