Aswari Tak "Sentuh" Cholil dan Faisal

Namun anehnya Cholil Mansyur Kepala Dinas Pendidikan dan Faisal Ishak Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sama sekali tidak tersentuh.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, LAHAT -- Bupati Lahat Saifudin Aswari melakukan mutasi besar-besaran, terhadap ratusan pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Lahat, Senin (5/5/2014). Namun anehnya Cholil Mansyur Kepala Dinas Pendidikan dan Faisal Ishak Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sama sekali tidak tersentuh. Padahal keduanya saat ini sudah ditetapkan tersangka karena diduga melakukan korupsi, dan sudah ditahan di lembaga pemasyarakatan.

Sejumlah jabatan Kepala Dinas (Kadis) dan Kepala Bagian (Kabag) cukup trategis, mengalami pergantian pimpinan. Termasuk juga setingkat Camat hingga Lurah, yang ada di wilayah Pemerintahan Kabupaten Lahat. Jumlah ada total ada 111 pejabatan, yang berasal dari eselon II, III dan IV.

Seperti Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang dijabat Drs Masroni, Drs Syambudiono menjabat Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat, Yhon Tito menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Herman Sasilin menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Sri Mulyati menduduki Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Dr Rasyidin Amri menjabat Kepala Dinas Kesehatan, Ramsi menjabat Kepala Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, serta Drs Ahdin Jasri ditempatkan sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM.

Ada yang mengejutkan dengan munculnya dua nama baru, yang cukup membuat pejabat lain terperangah. Yakni naiknya Kepala Sekolah SMKN I Lahat Drs Sutoko, menjadi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Termasuk kembali digunakannya jasa M Eduar Kohar mantan Sekda Kabupaten Empatlawang, yang menduduki posisi Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika.

Namun anehnya ada dua orang pejabat, yang posisinya sama sekali tak tersentuh. Padahal mereka sedang tersandung kasus dugaan korupsi, dan saat ini sudah ditahan di lembaga pemasyarakatan. Yakni Kepala Dinas Pendidikan Cholil Mansyur yang juga saudara kandung dari Wakil Bupati Lahat Marwar Mansyur, terkait proyek tembok penahanan sungai lematang. Ia ditahan di Lapas Pakjo Pelembang, dan tidak bisa menjalankan tugasnya dari balik jeruji. Termasuk Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Faisal Ishak yang ditahan di Lapas Klas IIa Lahat, yang diduga terlihat korupsi dana operasional instanti yang dipimpinnya.

"Kalau Cholil pasti aman, tidak mungkin bergeser," celetuk beberapa orang berpakaian PNS Pemkab Lahat di barisan belakang, saat menghadiri mutasi di ruang Pertemuan Pemkab Lahat.

Wakil Bupati Lahat Marwan Mansyur ketika dikonfirmasi menjelaskan, Kepala Dinas Pendidikan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah memang tidak dilakukan pergantian. Sebab meski mereka saat ini ditahan di lapas, tugasnya masih bisa tetap dikerjakan bawahnnya. Bila ada yang keputusan penting yang harus diambil bisa dikembalikan ke Bupati atau Sekretaris Daerah (Sekda), sehingga tidak ada tugas yang terbengkalai.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lahat ini menjamin, keputusan yang dibuat sudah melalui berbagai pertimbangan. Termasuk belum jelasnya status hukum, karena menunggu vonis bersalah dari pengadilan, Ia meyakinkan meskipun memiliki hubungan saudara dengan cholil, tetap akan bekerja secara profesional dan sesuai peraturan yang berlaku.

"Saya tegaskan ini bukan nepotisme, dan saya tetap bekerja secara profesional meskipun masih saudara kandung," tegas Marwan. (iko)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved