Tiga Beranak Diamankan Karena Tepergok Tebang Kayu PT MHP

Menurut pengakuan Yudi dan Sudir, mereka tidak tahu menahu masalah status kepemilikan kayu Akasia tersebut, sebab mereka hanya buruh upahan.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Apes sekali nasib Saripudin (58) dan kedua anaknya Yudi (30) serta Sudir (23). Ketiganya tertangkap basah oleh sekuriti PT Musi Hutan Persada (MHP) ketika sedang mengambil upahan menebang pohon Akasia yang diduga dikawasan Hutan Tanam Indusri (HTI) PT MHP di kebun milik Kiam Desa Aur Duri, Kecamatan Rambang Dangku, Muaraenim, Minggu (04/05/2014).

Menurut pengakuan Yudi dan Sudir, mereka tidak tahu menahu masalah status kepemilikan kayu Akasia tersebut, sebab mereka hanya buruh upahan. Untuk setiap kubik kayu yang ditebang mendapat imbalan Rp 300 ribu/kubik. Adapun nama bos yang menyuruh mereka adalah Awang.

"Kami tidak tahu kalau batang kayu akasia yang kami tebang milik di PT MHP. Bahkan, kami kaget, tiba-tiba ada patroli sekuriti langsung mengamankan kami," terang Yudi yang dibenarkan Sudir.

Disebutkan kedua kakak beradik ini, kalau mereka mendapat upahan menebang kayu sebanyak tiga kubik, namun baru sekitar 20 batang penebangan, tiba-tiba ada security PT MHP yang datang, dan langsung mengamankan bapaknya dan mereka berdua. Untuk batangan kayu gelondongan yang mereka tebang sudah dipotong-potong menjadi kayu olahan.

Sementara itu Supervisor Legal dan Humas PT MHP Alioeng Barata Sakti, menjelaskan, kalau tiga pelaku tertangkap tangan oleh sekuriti PT MHP. Ketika sedang melakukan penebangan liar di lokasi blok cabang selatan sub blok Lengkukam, Desa Aur Duri, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muaraenim.

Selain itu juga diamankan barang bukti satu unit mesin chainsaw merk Balkon warna merah, satu unit mesin beserta gergaji/piringannya, satu unit sepeda motor Yamaha Vega warna merah tanpa nomor polisi, dan berapa batang kayu olahan hasil penebangan pelaku.

Kapolres Muaraenim AKBP Mohamad Aris melalui Kasatreskrim AKP Eryadi, membenarkan adanya serahan tersebut dari sekuriti PT MHP. Saat ini, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved