Ini Tanda Tera Pas BBM di SPBU

Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan petugas atau pengusaha SPBU yang memodifikasi nozzle sehingga bahan bakar yang keluar "lebih irit".

Ini Tanda Tera Pas BBM di SPBU
SRIPOKU.COM/DERYARDLI
Stiker tanda alat ukur di SPBU pas. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umumr (SPBU) di Kota Palembang didatangi tim dari UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Dinas Perindustrian & Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Minggu (4/5/2014).

SPBU itu berada di Jalan Demang Lebar Daun (Simpang Pakjo) dan Jalan Jenderal Sudirman (Samping Makam Pahlawan). Tim itu mengukur takaran atau volume bahan bakar yang keluar dari nozzle.

Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan petugas atau pengusaha SPBU yang memodifikasi nozzle sehingga bahan bakar yang keluar "lebih irit" dari seharusnya.

"Pemeriksaan rutin dilakukan setahun sekali agar tidak atupun pihak yang dirugikan, baik masyarakat sebagai konsumen maupun pengusaha. Dari hasil yang terlihat volumenya pas," ujar Kepala Disperindag Sumsel, Permana.

Permana menjelaskan, masyarakat tak perlu khawatir dengan SPBU yang mencoba nakal mengurangi volume bahan bakar. Disperindag Sumsel melalui UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian sudah memasang stiker di setiap nozzle pada SPBU.

"Semua SPBU sudah dipasang stiker, namun sudah pudar karena daya tahannya yang minim. Ke depan akan dipasang plat berbahan aluminium yang menyatakan volume bahan bakar sudah pas tiap satuannya," terangnya.

Stiker yang dimaksud Permana berukuran 15 cm x 5 cm dengan warna kuning di bagian atas dan putih di bagian bawah. Dalam stiker tertera "Alat Ukur Ini Telah Disahkan."

Sementara, dari hasil pemeriksaan SPBU berada di Jalan Demang Lebar Daun (Simpang Pakjo). Petugas memeriksa dengan menggunakan bejana ukur berukuran 20 liter. SPBU tersebut diketahui hanya berkurang 0,1 persen dari batas kewajaran 0,5 persen.

Sedangkan di SPBU Jalan Jenderal Sudirman (Samping Makam Pahlawan), petugas mencatat dua nozzle justru bahan bakar kelebihan 0,01 liter.

Penulis: Deryardli
Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved