Dua Sahabat Terseret Arus Sungai Lematang

Dua sahabat yang masih duduk dibangku pendidikan anak usia dini tersebut diduga tidak bisa berenang, hingga tenggelam.

Penulis: Tommy Sahara | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, LAHAT - Sandika (5) dan Berlin (5) hanyut saat mandi di Sungai Lematang, yang melintas di Desa Arahan Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat, Senin (28/4/2014). Dua sahabat yang masih duduk dibangku pendidikan anak usia dini (PAUD) tersebut diduga tidak bisa berenang, hingga tenggelam terbawa arus yang cukup deras. Peristiwa ini kemudian ditangani anggota Polsek Merapi Timur.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut berawal saat Sandika dan Berlin bermain bersama rekannya yang lain sekitar pukul 12.00. Mereka memang sahabat dekat, dan merupakan teman sepermainan sehari-hari. Bahkan sama-sama duduk di satu sekolah, yakni pendidikan anak usia dini (PAUD) di desa Arahan.

Mereka berempat kemudian memutuskan untuk mandi di sungai Lematang, yang melintas di desa Arahan Kecamatan Merapi Timur tak jauh dari rumahnya. Namun karena tidak bisa berenang, hanya berendam di bagian tepi. Namun tanpa diduga Sandik dan Berlin terseret arus sungai, yang saat itu dalam kondisi cukup deras. Sementera temannya yang lain tidak berani menolong, karena tidak
bisa berenang.

Karena ketakutan kedua rekannya tersebut, langsung berlarian untuk memberitahu warga. Sehingga warga berbondong-bondong melakukan pencarian, dengan menyelusuri di sekitar lokasi tenggalam. Mereka menggunakan perahu, dan melempar kail serta jala yang bisa untuk menangkap ikan di sungai. Dengan harapan tubuh korban bisa tersangkut, dan diangkat ke permukaan.

Tim Search and Rescue (SAR) dari beberapa perusahaan pun diturunkan, untuk turut melakukan pencarian. Mereka menyisir dibeberapa lokasi, termasuk di bagian hulu sungai. Jasad Sandika kemudian ditemukan mengambang, tak jauh dari lokasi mereka berenang. Sementara warga hingga kini warga masih terus melakukan pencarian, agar tubuh Berlin bisa ditemukan.

"Kami langsung ke sungai, setelah diberitahu ada yang tenggelam. Mungkin korban terseret arus, yang memang cukup deras," imbuh Mudin (39), warga Desa Arahan.

Kapolres Lahat AKBP Budi Suryanto melalui Kapolsek Merapi AKP Hikmat Solihin didampingi Kanit Reskrim Ipda Hendrinadi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya proses pencarian masih berlangsung, karena baru satu korban yang ditemukan. Diduga kedua bocah tersebut memang tidak bisa berenang, dan terseret arus sungai. "Mereka berempat, tapi hanya Sandika dan Berlin yang terseret arus," ujar Ipda Hendri Nadi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved