Wini, Si Beruang Madu Dievakuasi BKSDA
Ketika itu beruang madu masih berukuran kecil dan langsung dipelihara yang ditempatkan di dalam kandang
Penulis: Welly Hadinata | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Selama enam bulan lebih dipelihara dengan kasih sayang, Fais, bocah lima tahun, harus merelakan peliaharaannnya yakni beruang madu diambil pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel yang di dalam kandang depan rumahnya Jl Kapten Anwar Sastro Lrg Kulit Kel Sungai Pangeran Kec IT I Palembang, Jumat, (25/4/2014).
Dari pantauan Sripoku.com, beruang madu yang akan diambil BKSDA masih berusia 11 bulan. Meskipun belun genap setahun, namun ukurannya seperti anak kecil yang berusia lima tahun dengan bobot lebih kurang 50 kg. Tampak beruang madu yang bernama Wini ini begitu jinak saat dibelai Fais. Beruang madu berwarna hitam kelam dengan moncong atau mulutnya berwarna putih.
"Namanya Wini, setiap hari makannya mie goreng dan ikan. Kalau minumannya minum susu," ujar Fais yang terus menerus membelai Wini sebelum diambil pihak BKSDA.
Wini beruang madu yang dipelihara, merupakan pemberian dari pamannya. Ketika itu beruang madu masih berukuran kecil dan langsung dipelihara yang ditempatkan di dalam kandang di depan rumah.
"Tidak apa-apa diambil, Fais tidak sedih. Memang beruang itu sudah jinak kalau dibelai Fais. Karena setiap harinya yang memberi makan dan minum adalah Fais," ujar wanita salah satu keluarga Fais.
Kepala Resort BKSDA Kota Palembang Andre mengatakan, setelah dievakuasi dua hewan langka yang merupakan satwa dilindungi negara ini sesuai undang-undang akan dikarantina dulu sementara waktu.
"Beruang madu itu namanya Wini dan berusia 11 bulan. Satwa ini merupakan satwa langkah dan dilindungi negara. Secepatnya kedua satwa akan dibawa ke lembaga konservari yang ada di Lampung
dan kemudian dilepas ke alam habitatnya," ujar Andre.