Petani Binaan PT BMH Panen Perdana Jagung Dua Tongkol
Petani dari Desa Srigading, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), melakukan panen perdana jagung dua
Penulis: Mat Bodok | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Petani dari Desa Srigading, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), melakukan panen perdana jagung dua tongkol (bisi dua) seluas 130 hektar, Jumat (18/4/2014). Setelah dipenen diperoleh hasil 3,9 ton jagung untuk satu lahan seluas satu hektar.
Kebun jagung ini dikelola petani binaan PT Bumi Mekar Hijau (PT BMH), yang bergerak di bidang Hutan Tanam Industri (HTI).
Gunawan, Manejer Distrik Sungai Gebang, PT BMH Desa Srigading mengatakan, panen jagung dua tongkol ini merupakan panen perdana kebun jagung binaan PT BMH. Perusahaan membina petani jagung dalam rangka meningkatkan taraf hidup petani di sekitar tempat usaha perusahaan.
"Ini merupakan program CRS dari PT BMH untuk masyarakat sekitar perusahaan, tujuanya untuk membantu perekonomian masyarakat, melalui program tanaman jagung sistem tumpang sari," kata gunawan.
Walaupun baru panen perdana menurut Gunawan, sudah menghasilkan sebanyak 3,9 ton untuk per hektar.
"Sistem tumpang sari yang dilakukan ini, menunggu pohon akasia tumbuh besar, lahannya kita tanami tanaman sela yakni tanaman jagung, pengelolaannya kita serahkan ke masyarakat sekitar, kita bantu pupuk, bibit, bahkan setelah panen kita bayar juga dalam membersihkan bekas lahan jagung tersebut," ujar Gunawan.
Armaizal, dari manajemen PT BMH menambahkan, untuk panen pedana ini hasilnya masih sedikit, pihaknya berharap kedepan hasilnya lebih banyak.
"Setelah ini akan dievaluasi, dan sesuai pendapat dari tim observasi dari UNSRI masih bisa dilakukan budidaya jagung sebanyak 50 heketar lagi, ini tentu akan membantu pendapatan masyarakat sekitar," jelasnya.
Menurut Ir Irfan dari Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumsel, Pemprov Sumsel menyambut baik adanya program ini.
"Kami berharap dengan adanya program ini selain membantu perekonomian masyarakat, juga bisa membantu ketahanan pangan di Provinsi Sumatera Selatan, juga membantu produksi jagung di Sumsel," ungkapnya.