Pemilu Legislatif

Waktu Rekap di PPS Enam Hari

Rekapitulasi wajib dilaksanakan dan tidak bisa langsung direkapitulasi di tingkat PPK seperti Pemilu 2009 lalu.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Hari ini Panitia Pemungutan Suara (PPS) di jajaran KPU Kabupaten/kota di Sumatera Selatan mulai melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara yang telah disampaikan oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Sesuai jadwal rekapitulasi akan berlangsung hingga 15 April 2014 mendatang.

Komisioner KPU Sumsel Divisi Sosialisasi Ahmad Naafi SH MKn mengatakan, interval waktu yang
diberikan kepada PPS untuk merekapitulasi hasil perhitungan suara yang telah disampaikan oleh KPPS berakhir hingga 15 April 2014 mendatang.

Menurut mantan wartawan Sriwijaya Post ini, rekapitulasi wajib dilaksanakan dan tidak bisa langsung direkapitulasi di tingkat PPK seperti Pemilu 2009 lalu.

"Memang rekapitulasi ada yang mau dibawa langsung ke PPK namun kami jelaskan harus di rekap di PPS dulu dengan interval waktu hingga 15 April 2014 sesuai peraturan KPU dan bagi yang sudah merekap di tingkat PPS dapat langsung disampaikan ke PPK yang rekapitulasi di tingkat PPK bisa dimulai 13 April 2014 hingga 17 April 2014," katanya usai melaksanakan hak pilihnya di TPS 2 Kelurahan Kayuara Kecamatan Sekayu, Rabu (9/4/2014)

Dikatakannya, jika Pemilu Tahun 2009 lalu setelah rekap di TPS langsung ke PPK, namun berbeda dengan Pemilu 2014.

Mengenai hasil perhitungan cepat yang sudah dilaksanakan oleh sejumlah lembaga survei, alumni FH Unsri ini mengatakan perhitungan dan penetapan resmi tetap dilakukan di KPU karena rekapitulasi terus berlanjut dari penyelenggara yaitu rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota setelah menerima penyampaian hasil rekapitulasi PPK dilaksanakan KPU Kabupaten/Kota mulai tanggal 19 sampai dengan 21 April 2014 lalu pengumuman rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota tanggal 20 sampai dengan 22 April 2014.

Selanjutnya penyampaian hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten/kota kepada KPU Provinsi yaitu tanggal 20 sampai dengan 22 April 2014 dan Rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara tingkat provinsi dilakukan tanggal 22 sampai dengan tanggal 24 April 2014.

Mengenai Pemilu ulang yang bisa dilaksakan, Naafi menjelaskan bahwa sesuai Pasal 221 UU Nomor 8 Tahun 2012 Pemungutan Suara di TPS dapat diulang apabila terjadi bencana alam dan atau kerusuhan yang mengakibatkan hasil pemungutan suara tidak dapat digunakan atau penghitungan suara tidak dapat dilakukan.

Alasan lainnya lanjut naafi adalah Pemungutan suara di TPS wajib diulang apabila dari hasil penelitian dan pemeriksaan pengawas Pemilu lapangan terbukti terdapat keadaan sebagai berikut :
- Pembukaan kotak suara dan atau berkas pemungutan dan perhitungan suara tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

- Petugas KPPS meminta pemilih memberikan tanda khusus, menandatangani atau menuliskan nama atau alamat pada sarat suara yang sudah digunakan dan atau

- Petugas KPPS merusak lebih dari satu surat suara yang sudah digunakan oleh pemilih sehingga surat suara tersebut tidak sah.

"Mekanismenya bisa melalui rekomendasi Panwaslu atau Bawaslu, " kata naafi.

Sementara itu Divisi Teknis KPU Sumsel Liza Lizuarni mengingatkan bahwa khusus dalam hal terjadi perselisihan penetapan perolehan suara, peserta pemilu dapat mengajukan permohonan kepada Mahkamah Konstitusi paling lama 3x24 jam sejak diumumkan penetapan suara hasil pemilu secara nasional oleh KPU RI.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved