Breaking News

Kapolda Sumsel Jamin Situasi Sumsel pada Pemilu Kondusif

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Saud Usman Nasution memastikan kondisi keamanan di Sumsel jelang pemilihan umum aman.

Penulis: Dewi Handayani | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kapolda Sumsel, Irjen Pol Saud Usman Nasution memastikan kondisi keamanan di Sumsel jelang pemilihan umum aman. Kondisi tersebut membuat lega pengusaha.

"Kami sangat bersyukur dengan jaminan keamanan yang diberikan Kapolda. Ini membuat lega. Artinya kondisi keamanan jelang pemilu tidak akan berpengaruh pada kondisi perekonomian di Sumsel," kata Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Sumsel, Ahmad Rizal di sela-sela coffee morning dengan tema mengupas kondisi ekonomi ditengah situasi politik, baik dampak posiitif maupun negatifnya di Hotel Aryaduta, Kamis (27/3/2014).

Kegiatan dihadiri oleh 26 pengusaha, perwakilan asosiasi Gapki, Gapkindo, Iwapi, Kepala Kanwil II Bank Mandiri, BNI, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Saud Nasution. Kegiatan dimoderatori oleh Kepala Newsroom Sriwajaya Post-Tribun Sumsel, Hadi Prayogo.

Menurut Rizal, jaminan seperti ini perlu ditegaskan Kapolda Sumsel agar tidak menjadi penghalang bagi pengusaha, baik dalam dan luar Sumsel untuk berinvestasi. Selama ini, kebanyakan pengusaha membuat pertimbangan wait and see untuk berinvestasi maupun berekspansi, menunggu situasi aman ditahun politik. Konsep itu tentu tidak berlaku jika jelas-jelas jaminan keamanan itu ada.

"Tapi saya lihat di Sumsel, saat kampanye seperti ini saja situasinya masih sangat aman dan terkendali," katanya.

Sementara Kapolda Sumsel Irjen Pol Saud Usman Nasution dalam paparannya menyadari pengusaha butuh kepastian hukum dan keamanan dalam menjalankan usahanya, dan ini menjadi tugas kepolisian. Namun polisi tidak bisa bekerja sendirian, butuh peran serta masyarakat.

"Hingga saat ini personil kepolisian capai 13 ribu di Sumsel. Ini tidak akan cukup jika peran masyarakat tidak dilibatkan," katanya.

Jika dirinci, satu polisi mengcover 700 masyarakat, padahal idealnya satu polisi maksimal menjaga 300 warga. Oleh sebab itu, kedepan kepolisian akan mencanangkan Satu Polisi Satu Desa.

"Sekarang dibutuhkan kepedulian dari perangkat desa mulai dari RT, RW dan lurah untuk memantau lingkungannya," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved