Romi kepada Pol PP: Tegakkan Perda Tak Perlu Kekerasan

Walikota Palembang H Romi Herton SH MH mengingatkan jajaran Polisi Pamong Praja agar dalam menegakkan Perda tidak perlu dengan kekerasan.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Walikota Palembang H Romi Herton SH MH mengingatkan jajaran Polisi Pamong Praja (Pol PP) agar dalam menegakkan Perda tidak perlu dengan kekerasan.

"Saya minta warning-warning (peringatan) saja. Kalau memang sudah 3 kali peringatan, masih bandel ya nanti kita ada penegakan hukum, kita bawa ke kantor. Tapi sepanjang itu kita masih bisa saling menjaga, saling ingatkan fungsi Pol PP untuk menegakkan Perda saya kira tidak perlu harus dengan jalan yang tidak baik, kekerasan," tegas Romi usai memimpin upacara peringatan HUT Pol PP ke-64 di Pelataran BKB Palembang, Senin (17/3/2014).

Menurutnya, walaupun Pol PP sekarang ini sudah dibekali dengan ilmu-ilmu bela diri. Diantaranya kempo, Merpati Putih, tetapi itu bukan membuat Pol PP ini menjadi satuan yang sangar, namun dalam rangka defensif, bertahan.

"Bertahan ini adalah satu serangan orang-orang beladiri. Mudah-mudahan jayalah Pol PP Kota Palembang," imbuhnya.

Dikatanya, Pol PP ini semakin hari tugasnya semakin berat. Penegakan Perda, bagaimana Perda yang sudah kita buat itu bisa berjalan dengan baik.

"Yang utama sekali, yang urgen perlu saya ingatkan, Pol PP juga ngingatkan bahwa kita tidak ingin kota Palembang ini menjadi kota-kota lain di Indonesia. Kalau hujan banjir, kalau itu menjadi ancaman, kita malu, kita ini kan resapan airnya kan banyak sekali. Nah saya menghimbau bangunan-bangunan pemerintah itu nggak ada lagi yang berdiri karena ada timbunan. Kalau ada rawa, rawanya tetap dipertahankan," kata suami Hj Masyitoh.

Perda-perda ini harus ditegakkan Pol PP. Kemudian Pol PP juga ada tambahan tugas dalam rangka Kamtibmas, pengamanan masyarakat, ini semua harus terpadu dengan bagus.

"Kepentingan masyarakat harus terjaga. Artinya, sementara kepentingan pemerintah yang included di dalamnya menjaga kepentingan masyarakat luas bisa berjalan dengan baik. Seperti tahun lalu ya, ada Pol PP yang gesekan dengan pedagang kaki lima. Saya perintahkan Kasat Pol PP yang baru dari polisi, ya ndak usah diingatkan saja. Misalnya sepanjang trotoar itu dak boleh diduduki oleh para pedagang kaki lima. Saya kan terus jalan," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved