Malaysia Airlines Hilang

Pesawat Malaysia yang Hilang Dibajak?

Dugaan pembajakan terhadap MH 370 menguat seiring dengan keterangan pejabat militer Malaysia yang menyebutkan pesawat terbang ke Samudra Hindia.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, KUALA LUMPUR — Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dijadwalkan bakal menggelar konferensi pers sehubungan dengan hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH 370 sejak sepekan lalu.

Sebagaimana mengutip AFP, Sabtu, konferensi pers akan digelar dalam beberapa saat ke depan. Hal itu dijelaskan Najib melalui akun Twitter-nya. Namun demikian, belum diketahui secara detail mengenai materi yang akan disampaikannya.

Sementara itu, Menteri Transportasi Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein menyatakan, pihaknya puas dengan kerja sama antara Boeing dan Rolls-Royce dalam mendalami musibah hilangnya Malaysia Airlines MH 370.

Dia mengungkapkan, dua perusahaan itu cukup membantu sesuai dengan kapasitas masing-masing. "Saya tidak pernah berpikir bahwa Pemerintah Malaysia menekan Boeing dan Rolls-Royce. Kami telah bekerja sama sejak awal," ujarnya seperti dikutip dari asiaone.com.

Sebagaimana diketahui, dugaan pembajakan terhadap MH 370 semakin menguat seiring dengan keterangan pejabat militer Malaysia yang menyebutkan bahwa pesawat Boeing 777-2000 terbang mengarah ke Samudra Hindia.

Seorang pejabat militer senior Malaysia yang tak bersedia dikutip namanya mengungkapkan, pihaknya kini percaya bahwa Malaysia Airlines MH370 secara sengaja berbelok ke Samudra Hindia. Hal itu dilakukan oleh seseorang yang cukup mumpuni di dunia penerbangan serta memahami posisi radar.

"Itu pasti dilakukan oleh orang yang ahli penerbangan, berkompeten, dan dilakukan oleh salah satu dari pilot yang ikut menerbangkan Malaysia Airlines tersebut," ujarnya seperti dikutip AFP, Sabtu (15/3/2014).

Pejabat itu menyatakan, teori tersebut didasarkan pada data radar militer yang saat ini masih belum bisa diungkapkan ke publik. Radar tersebut menangkap adanya pergerakan pesawat beberapa jam setelah menghilang dari radar sipil.

Pesawat itu terbang mengarah ke Samudra Hindia, ke arah barat, dan menjauhi rute yang sebenarnya, selama empat hingga lima jam setelah menghilang. "Dia sangat memahami bagaimana menghindari pantauan radar sipil. Selama ini dia telah belajar melakukan itu," lanjutnya lagi.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved