Aksi Blokade Jembatan Rawasilir Berlanjut

Aksi pemblokadean jembatan di Rawasilir oleh sekelompok massa yang menamakan Front Masyarakat Rawasilir Menggugat (FMRIM) terus berlanjut.

SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Aksi pemblokadean jembatan Rawasilir yang dilakukan sekelompk massa yang menamakan dirinya FMRIM sejak Senin (24/2/2014) terus berlanjut hingga Rabu (26/2/2014). Aksi berlanjut karena belum ada titik temu antara tuntutan massa dengan pihak PT Seleraya. 

SRIPOKU.COM, MURATARA – Aksi pemblokadean jembatan di Kecamatan Rawasilir oleh sekelompok massa yang menamakan Front Masyarakat Rawasilir Menggugat (FMRIM) sejak Senin (24/2/2014) terus berlanjut hingga Rabu (26/2/2014).

Meski pada Selasa (25/2/2014) pemblokadean sempat dibuka dan kendaraan road tank yang mengangkut minyak mentah PT Seleraya Merangin Dua (SRMD) sementara diperbolehkan lewat, tapi karena negosiasi antara perwakilan massa dengan pihak perusahaan tak menemui titik temu, maka jembatan kembali diblokade.

“Hari ini, aksi pemblokadean jembatan Rawasilir masih berlanjut dan pihak PT SRMD tidak diperkenankan lewat. Jika tidak ada juga titik temu dari tuntutan massa ini, maka besok, kemungkinannya kelompok massa dari Simpang Riam juga akan turun,” ungkap Abdul Aziz, Ketua Pemuda Peduli Rawasilir (PPRI) kepada Sripoku Rabu (26/2) sore.

Seperti diberitakan, sekitar 30-an massa yang mengatasnamakan dirinya Front Masyarakat Rawasilir Menggugat (FMRIM) yang merupakan gabungan beberapa elemen masyarakat, menggelar aksi unjuk rasa dengan memblokade di jembatan penghubung ibukota Kecamatan Rawasilir, Senin (24/2/2014).

Dalam aksinya, pengunjuk rasa mendirikan tenda di tengah jembatan dan memasang aneka spanduk di dinding jembatan yang memuat tuntutan mereka. Blokade ini hanya ditujukan terhadap aktivitas kendaraan PT Seleraya Merangin Dua (SRMD). Sedangkan kendaraan umum selain milik PT SRMD, diperbolehkan melintas.

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved