SFC Update

Wasit Curangi SFC

Iwan Sukoco yang memimpin jalannya pertandingan dianggap telah mencurangi SFC dengan keputusan-keputusannya yang lebih menguntungkan Persib.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kekhawatiran Sriwijaya FC akan kinerja wasit di lapangan akhirnya terbukti. Iwan Sukoco yang memimpin jalannya pertandingan melawan Persib Bandung, Minggu (2/2/2014), dianggap telah mencurangi SFC dengan keputusan-keputusannya yang lebih menguntungkan tuan rumah.

Puncaknya jelang 9 menit pertandingan berakhir, wasit memberikan hadiah penalti pada Persib, karena menganggap salah satu pemain SFC, Anis Nabar melakukan handsball. Tanpa kesulitan Makan Kanote yang menjadi eksekutor mampu menyarangkan bola ke gawang Fauzi Toldo. Hingga skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan tim berjuluk Maung Bandung itu.

Head Coach SFC, Subangkit menyatakan tidak bisa berkata-kata terlalu banyak mengenai kinerja dari wasit di Liga Indonesia. Sebab dia sadar setiap tim yang menjalani laga away selalu saja kurang diuntungkan oleh faktor non-teknis itu. Terlepas dari hadiah penalti yang diberikan wasit atas handsball Anis Nabar, dia memang mengkritik kinerja wasit," katanya dalam konfrensi pers usai pertandingan.

Mantan Pelatih Persema Malang itu, merinci tindakan-tindakan wasit yang dianggap sudah keterlaluan. Semisal saat timnya hendak melakukan pergantian pemain seolah dihambat oleh wasit. Hapit yang hendak masuk menggantikan Sumardi akibat cedera hamstring, seolah tidak diizinkan masuk dengan selalu diulur-ulur. Padahal bola sudah dalam keadaan mati. Kemudian, saat ada pemain kita cedera juga selalu disuruh keluar lapangan cepat-cepat, beda saat pemain Persib yang cedera masih diperbolehkan berlama-lama di lapangan.

"Saya sebenarnya tidak ingin mengomentari wasit ini, sebab percuma juga saya bicara wasitnya jelek, tidak adil, karena tidak akan merubah apa-apa juga," keluhnya.

SFC harus merelahkan harapannya untuk mencuri satu poin dalam laga perdana kemarin. Meski terus mendapatkan tekanan dari barisan penyerang Persib, tapi SFC mampu menahan gempuran itu hingga babak pertama usai. Kedisiplinan pemain di setiap lini menjadikan pertahanan SFC sulit ditembus oleh Tantan Cs.

"Anak-anak bermain sangat baik! Mereka disiplin menjaga pertahanannya terutama babak pertama," lanjut Subangkit.

Namun pria yang gemar bulutangkis ini mengakui kalau permainan anak asuhnya tidak berkembang sehingga lebih fokus ke pertahanan. Baru pada babak kedua dia meminta untuk berani memainkan bola dan melancarkan serangan. Hasilnya, beberapa kali SFC sempat mengancam gawang I Made Wirawan melalui tendangan Frank Oliver Ongfiang, Vendri Mofu, Anis Nabar dan Siswanto.

"Kita memang krisis pemain di lini depan, karena tinggal pemain muda saja. Absennya (Lancine) Kone memang sedikit mengurangi ketajaman kita di lini depan," ujarnya. (cw2)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved