Poskesdes Rusak, Warga Talang Pinang Terpaksa Melahirkan ke Dukun

Poskesdes yang telah dibangun dengan menggunakan dana APBD yang tidak sedikit ini, hanya menjadi hiasan ditengah Talang.

Poskesdes Rusak, Warga Talang Pinang Terpaksa Melahirkan ke Dukun
SRIPOKU.COM/CANDRA OKTA DELA
Kondisi Poskesdes di Talang Pinang Desa Lumpatan dua Kecamatan Sekayu Muba, terlihat tidak terawat dan beberapa bagian telah ditumbuhi lumut. Foto diambil Minggu (2/2/2014). 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) merupakan pusat kesehatan masyarakat desa yang berada di pelosok talang saat ingin berobat, maupun membantu persalinan. Namun sungguh disayangkan Poskesdes yang berada di Talang Pinang Desa Lumpatan Dua Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tidak digunakan sebagaimana mestinya. Penduduk yang melahirkan terpaksa melahirkan ke dukun beranak, dan yang sakit hanya bisa menahan sakit atau menggunakan obat tradisional.

Pantauan Sripo di lapangan, Minggu (2/2/2014), Poskesdes tersebut tampak seperti bangunan mati. Poskesdes yang telah dibangun dengan menggunakan dana APBD yang tidak sedikit ini, hanya menjadi hiasan ditengah Talang. Diduga karena jarang difungsikan sebagaimana mestinya dan tidak ada perawatan apalagi kegiatan perobatan, kondisi bangunan Poskesdes tersebut tampak terbengkalai beberapa dinding sudah ditumbuhi jamur, lantai sudah kotor, beberapa pintu maupun jendela ada yang rusak dan cat dinding sudah pudar. Disamping itu tak seorang petugas kesehatan yang berada di lokasi.

Salah seorang tokoh masyarakat yang bernama Budi mengatakan, masyarakat sangat menyayangkan Poskesdes yang sudah ada tersebut tidak bisa dimanfaatkan, padahal banyak penduduk yang ingin berobat. Dikatakannya, kondisi poskesdes itu belum pernah ditempati sehingga bangunannya saat ini sudah mengalami kerusakan.

"Poskesdes itu kurang terawat, bangunannya sudah berlumut. Ada banyak kerusakan, seperti pintu, jendela rusak, bahkan lantai teras kotor, dan halaman ditumbuhi semak belukar," ujarnya.

Ditambahkan pria yang berprofesi sebagai petani ini, warga sangat berharap bisa segera dapat beroperasi, karena untuk berobat kerumah sakit yang berada di Kota Sekayu warga harus mengeluarkan uang ekstra hingga mencapai ratusan ribu, sedangkan untuk warga yang hendak melahirkan apabila tidak sempat dibawa kerumah sakit terpakan menggunakan dukun beranak.

"Kalau mau berobat ke rumah sakit biaya mahal, ditambah akses jalan yang jelek, maka pemerintah harus melihat ke lapangan," ungkapnya

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Muba dr Sriwijayani melalui nomor ponselnya beberapa kali tidak diangkat meskipun bernada sambung aktif, sedangkan melalui pesan singkat Short Message Service (SMS) dibalas. "Terima kasih infonya," balasnya singkat.

Penulis: Candra Okta Della
Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved