Jalinsum Muaraenim "Belemotan" Lumpur
Akibatnya sangat mengganggu aktivitas masyarakat terutama para pengguna jalan di jalan lintas Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Muaraenim
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Beberapa hari terakhir para pengguna jalan mengeluhkan jalan lintas sumatera (Jalinsum) kotor oleh lumpur. Diduga penyebabnya dari angkutan batu bara yang keluar masuk dari PT MME.
Akibatnya sangat mengganggu aktivitas masyarakat terutama para pengguna jalan di jalan lintas Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Muaraenim, Jumat (31/1/2014).
"Jalan kotor ini sudah tiga hari lalu sehingga jalan licin dan kendaraan jadi macet karena ngantri," ujar Zulbahri (44) salah seorang warga Desa Darmo.
Menurut Zulbahri, kejadian tersebut terjadinya tiga hari yang lalu, dimana jalanan menjadi kotor dan licin, akibatnya kendaraan harus ekstra hati-hati sehingga terjadi antrean panjang kendaraan terutama oleh truk batubara yang parkir di pinggir jalan tepatnya di pintu gerbang PT MME.
Hal senada juga dikeluhkan oleh Ardi (40) salah seorang pengguna jalan, bahwa akibat aktivitas keluar masuk truk angkutan batubara tersebut, jalan terutama di depan pintu gerbang PT MME, kotor dan licin. Sehingga para pengguna jalan harus ekstra hati-hati kalau tidak mau celaka.
Selain itu juga, antrean truk batubara terlalu panjang sehingga memakan hampir sebagian jalan yang mengganggu aktivitas warga.
Sementara itu, menurut General Affair PT MME, M Taufik Hidayat, mengatakan, lumpur yang dikeluhkan oleh masyarakat tersebut bukan berasal dari tambang.
Melainkan, lumpur itu berasal dari tumpukan bekas galian pipa PU yang terkena air hujan dan meluber hingga ke jalan raya. Namun kini pihaknya tengah berusaha untuk mengatasi lumpur-lumpur tersebut sehingga pengguna jalan dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.
“Meski bukan kita penyebabnya, namun kita tetap bertanggungjawab membersihkannya dengan melakukan pengerukan dan menyemprot lumpur dengan water tank,” tukas Taufik.
Dan saat ini, lanjut Taufik, pihaknya tengah menyiagakan petugas selama 24 jam, jika diperlukan untuk mengatasi gangguan yang sama terjadi lagi.
Pihaknya mengaku sudah melakukan penyetopan sementara kepada sopir-sopir kendaraan yang akan masuk tambang sampai keadaan sudah kembali normal kembali.