SFC Update

Samakan Subangkit dengan Arsene Wenger

Qusoi menyamakan Subangkit dengan pelatih Arsenal, Arsene Wenger yang berani menurunkan pemain-pemain muda dengan pemain senior.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dewan penasehat Simanis Ultras Palembang (SUP), Qusoi menegaskan, mereka 100 persen mendukung Manajer Tim Sriwijaya FC, Robert Heri bersama dan Pelatih Kepala SFC, Subangkit yang mempunyai konsep 'berani' terhadap tim besar SFC. Terutama dalam menurunkan pemain muda dan pemain lokal dalam beberapa laga resmi SFC, seperti Inter Island Cup lalu.

"Kita sangat optimis dan mendukung 100 persen Robert Heri dan Subangkuit yang berani memperdayakan pemain lokal, sehingga setara dengan pemain lainnya. Baru musim inilah ada manajer yang berani percaya dengan pemain lokal," pujinya, Selasa (28/1/2014).

Qusoi menyamakan Subangkit dengan pelatih Arsenal, Arsene Wenger yang berani menurunkan pemain-pemain muda dan tak lupa mengkombinasikan dengan pemain senior.

"Lihat saja pemain asli Sumsel, Jecky Arisandi, Rizky Dwi Ramadhana, Havit Ibrahim yang sudah berapa kali masuk starting line up dan mereka bermain sangat bagus," urainya.

Menurut mantan Ketua Umum Beladas Simanis ini, Sriwijaya FC tidak butuh juara lagi karena tim berjuluk Laskar Wong Kito ini sudah menyabet 10 gelar dalam waktu 9 tahun.

"Yang terpenting sekarang adalah bagaimana memperdayakan pemain muda. Percuma saja kalau juara, tapi bukan pemain asli Sumsel yang menciptakannya. Contoh saja tim Papua yang banyak dimainkan oleh pemain lokal mereka, seperti Boaz Solosa yang menjadi top skor, coba saja pemain Sumsel ada yang seperti itu. Kalau saat ini ada Fauzi Toldo yang lebih bagus dari Selsius Gebze," bebernya.

Mengenai perubahan posisi Lancine Kone yang biasa bermain di playmaker, berubah menjadi striker, khususnya SUP sangat mendukung dengan racikan yang dilakukan mantan pelatih Persiwa Wamena itu. Pemain asal Kamerun, Frank Oliver Ongfiang akan menempati posisi Kone.

"Dengan adanya Ongfiang ini, bisa membantu Kone yang diposisikan sebagai striker. Ongfiang kita harapkan bisa menjadi new Zahrahan," tambahnya.

Qusoi juga secara terang-terangan sangat setuju atas keputusan manajemen Sriwijaya FC memecat Diogo Rangel Santos. Menurutnya, untuk apa SFC punya pemain yang bagus, kalau tidak mempunyai atitude.

"Kalau Diogo dipecat, kami sangat senang. Kami sangat mendukung manajemen membuang pemain yang mempunyai atitude jahat. Dengan dia tidak datang latihan, itu sangat mengganggu tim," katanya.

Menurutnya, SUP tidak pernah ikut campur bersama dengan manajemen, siapa pemain-pemain yang akan bermain bersama SFC. Termasuk siapa yang akan menggantikan posisi Diogo jelangr kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang akan dimulai Februari ini.

"Siapapun penggantinya, kita berharap lebih baik dari Diogo, terutama masalah atitude," tambahnya. (mg1)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved