Halaman Sekolah Seperti Kolam
Halaman sekolah tersebut sejak setahun terakhir sudah menjadi kolam ikan permanen, karena tak pernah lagi kering.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bagi sekolah tingkat dasar, halaman merupakan sarana yang wajib karena selain tempat upacara bendera, juga lokasi bermain siswa. Kondisi ini tampaknya tidak bagi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5, Jalan Darmapala Bukit Lama, Palembang.
Halaman sekolah tersebut sejak setahun terakhir sudah menjadi kolam ikan permanen, karena tak pernah lagi kering. Menurut sejumlah guru setempat, genangan air tersebut tak pernah lagi kering sejak ada bangunan rumah warga di kawasan Perumahan Polygon Lama. Karena anak sungai yang ada mengecil dan penuh eceng gondok.
Seluruh halaman sekolah tempat upacara digenangi air setinggi paha orang dewasa. Tidak seperti siswa sekolah lain, siswa di sini tidak leluasa melepas kejenuhan setelah belajar dalam kelas. Karena tidak bisa bermain, sehingga murid hanya duduk-duduk sambil memandangi halaman yang digenangi air yang sekali-kali tampak lombatan ikan sepat.
"Tempat bermain mereka di jalan beton sekolah inilah, kadang ada yang terjatuh ke dalam genangan ini kalau mereka bersenda gurau," ujar seorang guru wanita saat menunggu kedatangan kunjungan Walikota H Romi Herton yang akan meninjau kondisi sekolah mereka,
Rabu (22/1/2014) siang. "Kadang banyak warga yang memancing ikan di sini," tambahnya.
Genangan air yang menutupi halaman tempat upacara ini sudah lama berlangsung dan sulit untuk diatasi lagi. "Ya gimana lagi Pak, upacara bendera tidak bisa dilaksanakan lagi. Kalau jam olahraga kita pinjam tanah lapang di tempat lain," jelas seorang guru lainnya sambil menunjuk lokasi tanah lapang tersebut.
Dijelaskannya, bila hujan ketinggian air bisa melebihi jalan beton sekolah, bahkan air bisa masuk ke dalam kelas. "Karena jalan air tak bisa lancar, sudah ditutup pemilik rumah di lokasi kompleks Polygon lama, jadi air dak bisa mengalir lagi. Kalau lagi tinggi air masuk ke dalam kelas, padahal lantainya masih papan ini," urainya.
Kalaupun kering halaman ini tidak layak digunakan karena masih digenangi air. "Kami prihatin melihat kondisi halaman sekolah negeri yang kerap digenangi air ini, apalagi di musim hujan
seperti ini dan musim air pasang," kata salah seorang pedagang makanan sekitar sekolah.
"Semoga dengan kedatangan Walikota Romi Herton, sekolah kami bisa dibangun lagi menjadi sekolah yang sehat," tambah seorang siswa.
Kehadiran Walikota H Romi Herton dan Kadiknas H Zulinto pun disambut antuias guru dan siswa. Romi melihat langsung kondisi sekolah yang memerlukan perhatian khusus, bukan hanya lapangan yang tergenang, tapi juga ruang kelas yang perlu diperbaiki. Romi meminta agar soal lapangan sekolah tersebut segera dicarikan solusinya, antara lain dengan membangun pelataran dengan coran semen.
"Sehingga bisa menampung siswa untuk upacara dan bermain," katanya didampini Kabag Humas Yan Sihotang. Namun walikota juga berharap agar semua pihak, terkhusus pihak
sekolah agar bisa memanfaatkan lingkungan sekitar dengan sesuatu yang bermanfaat.
"Kita harus mendidik siswa dengan peduli lingkungan serta tidak membuang sampah sembarangan," katanya. (sts/cr9)