Toke Sapi Mogok, RPH Gandus Libur
Sempat mogoknya para toke pemasok sapi, lantaran para toke hendak menaikan harga jual daging kepada para pedagang di pasar.
Penulis: Welly Hadinata | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Langkanya daging sapi disejumlah pasar-pasar tradisional Palembang, disebabkan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Gandus tidak melakukan aktivitas. Hal ini dikarenakan pemasok sapi asal Palembang, melakukan mogok karena permasalahan harga jual kepada masyarakat.
"Tiga hari ini memang tidak ada aktivitas pemotongan. Karena toke (pemasok) sapi di Palembang mogok tidak motong. Tapi untuk besok (Sabtu) kembali normal lagi, karena sapi sudah kembali berdatangan," ujar Suwandi Jauhari, Kepala RPH Gandus kepada Sripoku.com ketika ditemui di lokasi pemotoangn RPH Gandus Palembang, Jumat (17/1/2014).
Dikatakan Suwandi, sempat mogoknya para toke pemasok sapi, lantaran para toke hendak menaikan harga jual daging kepada para pedagang di pasar. Namun pedagang daging sapi menolak, karena nilai jual akan tinggi kepada masyarakat sebagai konsumen. Jadi pedagang sempat berpikir jika harga jualnya tinggi, bisa-bisa daging tidak laku.
"Sehingga para toke pun stop sementara mengenai harga jual. Hal ini dikarenakan para toke juga mengakui membeli sapi dengan harga tinggi di Lampung yang tergantung kurs dollar karena sapi yang dibeli adalah sapi dari Australia," ujarnya.
Seperti diberkan sebelumnya tiga hari berturut ini, tidak ada pedagag daging sapi yang berjualan di pasar-pasar tradisional. Hal ini dikarenkan stok sapi Australia di Lampung, diborong pemasok dari Jakarta yang saat ini permintaan daging sapi di Jakarta sedang meningkat. Jika pun masih tersedia stok, pemasok Palembang harus membeli dengan harga tinggi dari harga normalnya.