Warga Miskin di Muba Masih Banyak

Meskipun begitu, Beni menegaskan, pihaknya akan terus berupaya untuk mengurangi angka kemiskinan dengan menerapkan berbagai program

Penulis: Candra Okta Della | Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Kemiskian masih merupakan pekerjaan rumah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Berdasarkan data yang dimiliki oleh Badan Pusat Statistik Muba, persentase masyarakat miskin di Kabupaten Muba mencapai 18% dari jumlah penduduk sekitar 617.000 jiwa.

Kepala BPS Kabupaten Muba, Reflin Arda, mengatakan meskipun cukup tinggi namun angka kemiskina di Muba turun sakitar satu persen dibanding tahun 2012, Selasa (14/1/2014).

Wakil Bupati Kabupaten Muba, Beni Hernedi mengatakan, pihaknya mengakui angka kemiskinan di Kabupaten Muba hingga saat ini masih tinggi yakni mencapai 18%. Namun, dirinya mengkalim uapaya yang dilakukan Pemkab Muba untuk mengentaskan kemiskinan sudah benar dan baik.

“Setiap tahun angka kemiskinan di Kabupaten Muba terus mengalami penurunan, terutama jika dibandingkan pada 2007 lalu dimana angka kemiskinan di Kabupaten Muba mencapai 30%. Itu artinya, langkah Pemkab dalam mengambil kebijakan dan menjalankan program telah benar,” beber dia.

Meskipun begitu, Beni menegaskan, pihaknya akan terus berupaya untuk mengurangi angka kemiskinan dengan menerapkan berbagai program yang ditujukan langsung kepada masyarakat terutama di pedesaan yang masyoritas masyarakatnya miskin.

“Tetap perlu adanya kerja keras semua pihak untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Muba,” tegas dia.

Salah satu program unggulan yang diterapkan Pemkab Muba pada 2014 untuk mengurangi kemiskinan yakni penyelenggaraan program 1 Desa 1 miliar. Dimana program tersebut diperuntukkan untuk memacu percepatan pembangunan di Desa. Ini merupakan program startegis dan perencanaan pembangunan dilakukan langsung oleh orang-orang di desa.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Muba, Reflin Arda, saat dibicangi kemarin, mengatakan dari data terakhir yang kita dapat yakni pertengahan 2013, angka kemiskinan di Kabupaten Muba mencapai 18%.

Persentase kemiskinan tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan pada 2012 yang mencapai 19% atau turun sebesar 0,7%.

Dia menjelaskan, persentase kemiskinan tersebut di dapat berdasarkan perhitungan dan survey social ekonomi nasional yang dilakukan setiap tahun dengan menggunakan data rumah tangga.

Bukan dihitung berdasarkan rata-rata pendapatan, yang tidak bisa dijadikan patokan untuk perhitungan angka kemiskinan karena berbasis data agregat.

“Kita gunakan data rumah tangga untuk menghitung angka kemiskinan,” kata dia.

Muslim salah astu mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Muba mengatakan ,saat ini kemiskinan masih tugas yang harusnya diselesaika pmerintah dengan lebih baik, terkhusus wilayah pinggiran seperti wilayah seberang yang masih banyak masyarakatnya jauh di bawah garis kemiskinan, karena itu ia berharap pemerintah dapt lebih optimal dalam memberantas kemiskinan dengan program real yang dapat dirasakan lansgung oeh masyarakat.

“Ya di daerah seberang masih banyak ya masyarakat Muba yang miskin, mayoritas penduduk Muba yang berprofesi sebagai petani yang sangat berharap dapat dibantu seperti penyuluhan bertanam atau sebagaiya yang dapat dirasakan masyrakat langsung,” ungkap Muslim.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved