PT Pos Kirim 1,4 Ton Pempek

Layanan pesan pempek melalui Pos Express sebenarnya sudah ada sejak Desember 2012 lalu.

Penulis: Dewi Handayani | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sepanjang 2013 volume pengiriman pempek ke sejumlah daerah meningkat tajam. Bahkan akhir tahun lalu pengirimannya capai 1,4 ton pempekKepala PT Pos Indonesia Cabang Palembang, Dino Aryadi mengatakan kenaikan permintaan lantaran banyak masyarakat yang sudah tahu. Mereka juga tidak perlu datang ke kantor pos untuk memesan.

"Mereka memanfaatkan nomor hotline kita, layanan Blackberry Mesengger, Facebook dan Twitter. Sejak kita launching layanan jejaring sosial ini respon konsumen sangat tinggi," kata Dino di ruang kerjanya, Senin (13/1/2014).

Dikatakan, layanan pesan pempek melalui Pos Express sebenarnya sudah ada sejak Desember 2012, lalu. Namun pemesanan baru bisa dilakukan sejak Agustus 2013 lalu. Pihaknya, kata dia, langsung memanfaatkan jejaring sosial sebagai media untuk menjajakan produk. Hasilnya pengiriman langsung meningkat drastis. Jika awalnya bisa mengirimkan pempek sekitar 300 kg sebulan maka sekarang bertambah.

Di November lalu jumlahnya tembus 500 kg, dan akhir tahun naik menjadi 1,4 ton sebulan. "Volume pengiriman trendnya terus naik, ini terjadi setelah kita membuka pemesanan melalui online dan jejaring sosial," sambungnya.

Melihat pertumbuhan pengiriman paket pempek tiap bulannya, Dino berharap pada Maret mendatang jumlah paket pempek yang bisa dikirim tembus 3 ton dalam sebulan, apalagi semakin banyak orang dari daerah lain yang menyukai makanan khas Palembang ini.

Target tersebut juga dinilai bisa tercapai karena masih banyak orang yang belum mengetahui jika pempek bisa dikirim lewat Kantor Pos dengan pemesanan melalui jejaring sosial atau datang ke tempat.

"Banyak juga orang dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Balikpapan yang memesan pempek dari jejaring sosial, begitu mereka transfer uang dengan menunjukkan bukti maka akan langsung kita kirimkan hari itu juga," lanjutnya.

Tingginya volume pengiriman paket pempek yang menggandeng beberapa pengusaha pempek seperti IP pempek, pempek Pak Raden, Beringin, Flamboyan tidak lantas membuat pihaknya mengambil untung dari harga paket yang dipatok.

"PT Pos hanya mendapat margin dari biaya pengiriman paket pempek saja, jadi tidak ada bagi hasil atau mengambil untung dari pempek yang terjual," bebernya.

Sukses menjajakan pempek dengan mengandalkan jejaring sosial membuat PT Pos berencana menjual songket dan kerupuk dengan cara yang sama, saat ini Dino mengaku tengah mencari mitra yang sesuai dan bisa diajak kerjasama dan akhir Januari mendatang ditargetkan sudah bisa terealisasi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved